Soal Skolastik LPDP 2026 : Penalaran Kuantitatif Lengkap Dengan Pembahasan

Soal skolastik LPDP 2026 menjadi bagian penting dalam persiapan tes beasiswa LPDP. Salah satu materi yang sering muncul adalah penalaran kuantitatif, yang menguji kemampuan logika dan analisis numerik peserta.

Apa Itu Penalaran Kuantitatif dalam Tes Bakat Skolastik LPDP?

Penalaran kuantitatif adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan menyelesaikan masalah berbasis angka dan data secara logis.

Dalam Tes Bakat Skolastik (TBS) LPDP, soal penalaran kuantitatif biasanya berbentuk:

  • Soal cerita (word problem)
  • Interpretasi tabel/grafik
  • Perbandingan kuantitas
  • Persentase dan rasio
  • Analisis data sederhana

👉 Artinya, peserta tidak hanya menghitung, tetapi juga menafsirkan informasi dan mengambil keputusan berdasarkan data.


Jenis Soal Penalaran Kuantitatif yang Sering Muncul

1. Soal Cerita (Word Problem)

Contoh:
Menghitung keuntungan, jarak, waktu, atau biaya.


2. Persentase dan Rasio

Contoh:
Diskon, pertumbuhan, perbandingan.


3. Analisis Data (Tabel/Grafik)

Contoh:
Menentukan tren, rata-rata, atau selisih.


4. Perbandingan Kuantitas

Contoh:
Menentukan mana yang lebih besar tanpa menghitung detail.


5. Logika Numerik

Contoh:
Menggabungkan beberapa informasi untuk menemukan solusi.


Tips dan Trik Mengerjakan Soal Penalaran Kuantitatif LPDP

1. Pahami Pertanyaan Terlebih Dahulu

Jangan langsung menghitung. Pastikan kamu tahu apa yang diminta.


2. Identifikasi Data Penting

Tandai:

  • Angka utama
  • Satuan (rupiah, persen, dll)
  • Kata kunci (selisih, total, rata-rata)

3. Gunakan Pendekatan Logika, Bukan Hitung Panjang

LPDP lebih menilai:
👉 cara berpikir, bukan sekadar hasil hitungan


4. Sederhanakan Angka

Gunakan pembulatan jika memungkinkan untuk estimasi cepat.


5. Gunakan Eliminasi Jawaban

Bandingkan pilihan tanpa harus menghitung semua.


6. Kelola Waktu dengan Baik

Jika soal terlalu rumit:
👉 lewati dulu, kerjakan yang lebih mudah

Berikut beberapa soal latihan Skolastik LPDP :

Contoh Soal (1) – Aritmatika

Soal :

Seorang anak menabung di suatu bank dengan selisih kenaikan tabungan antar bulan tetap. Pada bulan pertama sebesar Rp. 50.000,00, bulan keduaRp.55.000,00, bulan ketiga Rp.60.000,00, dan seterusnya. Besar tabungan anak tersebut selama dua tahun adalah

A. 2.580.000

B. 2.480.000

C. 2.380.000

D. 2.280.000

E. 2.180.000

Jawaban : A

Pembahasan

Pembahasan Soal:

Diketahui:

  • Tabungan bulan pertama = Rp 50.000
  • Selisih kenaikan tiap bulan = Rp 5.000
  • Lama menabung = 2 tahun = 24 bulan

Tabungan ini membentuk barisan aritmetika.
Rumus jumlah n suku pertama:
Sn = n/2 × (a1 + an)

Langkah 1: Cari tabungan bulan ke-24
a24 = a1 + (n – 1) × d
a24 = 50.000 + (24 – 1) × 5.000
a24 = 50.000 + 115.000
a24 = 165.000

Langkah 2: Hitung jumlah tabungan selama 24 bulan
S24 = 24/2 × (50.000 + 165.000)
S24 = 12 × 215.000
S24 = 2.580.000

Jadi, total tabungan anak tersebut selama 2 tahun adalah Rp 2.580.000.

baca juga : 

Contoh Soal (2) – Aritmatika

Soal :

Dari suatu deret aritmatika diketahui U3 = 13 dan U7 = 29. Jumlah dua puluh lima suku pertama deret tersebut adalah

A. 1.425

B. 1.525

C. 1.125

D. 1.225

E. 1.325

Jawaban : E

Diketahui:
U3 = 13 → a + 2d = 13
U7 = 29 → a + 6d = 29

Kurangkan persamaan:
(a + 6d) − (a + 2d) = 29 − 13
4d = 16 → d = 4

Cari a:
a + 2d = 13 → a + 8 = 13 → a = 5

Jumlah 25 suku pertama:
Sn = n/2 × (2a + (n − 1)d)
S25 = 25/2 × (2×5 + 24×4)
S25 = 25/2 × (10 + 96)
S25 = 25/2 × 106
S25 = 25 × 53 = 1.325

Jawaban: E (1.325).

Contoh Soal (3) – Aritmatika

Soal :

Suku ke – n suatu deret aritmatika Un = 3n – 5. Rumus jumlah n suku pertama deret tersebut adalah

Jawaban :

Diketahui:
Un = 3n – 5 ⇒ a1 = U1 = 3(1) – 5 = -2, dan beda d = 3.

Rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika:
Sn = n/2 * (2a1 + (n – 1)*d)

Substitusi a1 = -2 dan d = 3:
Sn = n/2 * (2*(-2) + (n – 1)*3)
Sn = n/2 * (-4 + 3n – 3)
Sn = n/2 * (3n – 7)

Jadi, rumus jumlah n suku pertama:
Sn = n(3n – 7)/2.
*

Contoh Soal (4) – Aritmatika

Jumlah n buah suku pertama deret aritmatika dinyatakan oleh
Sn = n² + 3n – 5.
Beda deret tersebut adalah:

A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

Jawaban: B

Pembahasan:
Diketahui Sn = n² + 3n – 5.

Suku ke-n diperoleh dengan rumus:
Un = Sn – S(n-1)

Hitung Un:
Un = (n² + 3n – 5) – [(n – 1)² + 3(n – 1) – 5]
Un = (n² + 3n – 5) – (n² – 2n + 1 + 3n – 3 – 5)
Un = (n² + 3n – 5) – (n² + n – 7)
Un = 2n + 2

Jadi Un = 2n + 2.

Beda deret adalah selisih dua suku berurutan:
d = U(n+1) – Un
d = [2(n+1) + 2] – [2n + 2]
d = 2

Kesimpulan: Beda deret tersebut adalah 2.

Contoh Soal (5) – Aritmatika

Soal :

Empat buah bilangan positif membentuk barisan aritmatika. Jika perkalian bilangan pertama dan keempat adalah 46, dan perkalian bilangan kedua dan ketiga adalah 144, maka jumlah keempat bilangan tersebut adalah

A. 50

B. 51

C. 55

D. 56

E. 67

Jawaban : A

Diketahui:

  • Empat bilangan membentuk barisan aritmetika.
  • Misalkan: a, a + d, a + 2d, a + 3d.

Syarat 1:
a × (a + 3d) = 46 → (1)

Syarat 2:
(a + d) × (a + 2d) = 144 → (2)


Langkah 1: Kembangkan persamaan
(1) → a² + 3ad = 46
(2) → a² + 3ad + 2d² = 144

Kurangkan persamaan (2) – (1):
(a² + 3ad + 2d²) – (a² + 3ad) = 144 – 46
2d² = 98
d² = 49 → d = 7 (karena bilangan positif, ambil d > 0)


Langkah 2: Cari nilai a
Substitusi ke (1):
a² + 3a(7) = 46
a² + 21a = 46
a² + 21a – 46 = 0

Pakai rumus kuadrat:
a = [–21 ± √(21² – 4(1)(–46))] / 2
a = [–21 ± √(441 + 184)] / 2
a = [–21 ± √625] / 2
a = [–21 ± 25] / 2

→ a₁ = (–21 + 25)/2 = 4/2 = 2
→ a₂ = (–21 – 25)/2 = –46/2 = –23 (tidak valid, karena harus positif)

Jadi a = 2, d = 7.


Langkah 3: Cari empat bilangan
a = 2
a + d = 9
a + 2d = 16
a + 3d = 23


Langkah 4: Jumlahkan
2 + 9 + 16 + 23 = 50


Jawaban: A. 50

Mengapa Latihan Penalaran Kuantitatif Penting dalam Tes Skolastik LPDP?

Materi penalaran kuantitatif sering muncul dalam bagian penalaran kuantitatif Tes Bakat Skolastik. Soal jenis ini dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam:

  • menganalisis informasi secara logis
  • mengevaluasi kecukupan data
  • mengambil keputusan berdasarkan informasi terbatas

Selain itu, peserta juga dilatih untuk tidak langsung menghitung, tetapi terlebih dahulu menilai apakah informasi yang tersedia sudah cukup.

Oleh karena itu, latihan soal secara rutin sangat membantu meningkatkan kecepatan berpikir dan akurasi saat menghadapi tes sebenarnya.


Persiapan Tes Skolastik LPDP Lebih Optimal

Jika Anda sedang mempersiapkan diri menghadapi Tes Bakat Skolastik LPDP, latihan soal seperti di atas sangat penting. Namun demikian, latihan yang konsisten juga harus dilengkapi dengan strategi pengerjaan soal, pemahaman pola soal, serta manajemen waktu.

Selain itu, banyak peserta berhasil meningkatkan skor mereka setelah mengikuti kelas persiapan TPA Bappenas dan TBS LPDP karena materi latihan biasanya lebih terstruktur dan sesuai dengan pola soal terbaru.

FAQ Penalaran Kuantitatif Skolastik LPDP
Apa itu penalaran kuantitatif dalam Tes Bakat Skolastik LPDP?
Penalaran kuantitatif adalah kemampuan memahami dan menyelesaikan masalah berbasis angka menggunakan logika dan analisis data.
Apa tujuan soal penalaran kuantitatif?
Untuk mengukur kemampuan berpikir logis, analitis, dan numerik dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.
Apakah soal penalaran kuantitatif sulit?
Tingkat kesulitannya menengah hingga tinggi karena membutuhkan pemahaman konsep, bukan sekadar hitungan.
Apa saja materi yang sering keluar?
  • Persentase
  • Rasio
  • Perbandingan
  • Analisis data
  • Soal cerita
Berapa waktu ideal mengerjakan satu soal?
Sekitar 45–60 detik per soal.
Apa kesalahan umum peserta?
  • Tidak memahami soal
  • Terlalu fokus pada hitungan
  • Mengabaikan konteks
  • Tidak mengecek kembali jawaban
Bagaimana cara meningkatkan kemampuan penalaran kuantitatif?
  • Latihan soal rutin
  • Pahami konsep dasar matematika
  • Biasakan membaca data
  • Latih kecepatan berpikir
Apakah harus jago matematika?
Tidak harus. Yang penting adalah logika dan pemahaman konsep dasar.
Apakah boleh menggunakan estimasi?
Ya, bahkan sangat disarankan untuk menghemat waktu.
Bagaimana strategi terbaik saat ujian?
  • Kerjakan yang mudah dulu
  • Gunakan eliminasi
  • Jangan terpaku pada satu soal
Apakah latihan soal membantu meningkatkan skor Tes Skolastik LPDP?
Ya. Latihan rutin membantu mengenali pola soal dan meningkatkan kecepatan serta akurasi.
Berapa passing grade Tes Skolastik LPDP 2025?
  • Afirmasi Daerah 3T: 105
  • Putra-Putri Papua: 95
  • Jalur Reguler: 165
  • Dokter Spesialis & Subspesialis: 165
  • Jalur Targeted (PNS, TNI, POLRI): 160
  • Jalur Parsial / Kewirausahaan: 150
  • Pendidikan Kader Ulama: 150
  • Afirmasi Prasejahtera: 115

Daftar Kursus Tes Bakat Skolastik LPDP 2026 Sekarang

Jika Anda ingin: Lulus Skolastik diatas 170? dan Lanjut ke tahapan substansi dan wawancara.

Saatnya mempersiapkan diri secara serius.

Hubungi tim Kelas Bahasa untuk informasi jadwal dan pendaftaran program TBS LPDP 2026.

Note untuk bukti kelulusan ujian (bukan testimoni) Beasiswa LPDP, Beasiswa Indonesia Bangkit, Beasiswa Pendidikan Indonesia, SIMAK UI Pascasarjana, PPDS & Doktoral , UUO TPA Bappenas, SMUP UNPAD, UM UGM (PAPs & AcEPT UGM), PPDS ULM Banjarmasin, PPDS Unand, PPDS UB Malang, PMB ITB, TBS Beasiswa LPDP RI, Beasiswa Kementerian Bappenas, PPMB PPDS FK Unair dan seluruh program PPDS PTN lainnya bisa dicek dibawah ini