
Soal Skolastik LPDP 2026 pemecahan masalah merupakan salah satu tipe soal penting dalam Tes Bakat Skolastik (TBS) LPDP. Pada bagian ini peserta diuji kemampuan penalaran kuantitatif, analisis logika, serta kemampuan menyelesaikan berbagai permasalahan matematis secara sistematis. Dengan mempelajari contoh soal pemecahan masalah lengkap dengan pembahasan, calon peserta dapat memahami pola soal dan meningkatkan peluang memperoleh skor tinggi dalam seleksi beasiswa LPDP.
Apa Itu Pemecahan Masalah dalam Tes Bakat Skolastik LPDP?
Pemecahan masalah (problem solving) dalam Tes Bakat Skolastik (TBS) LPDP adalah kemampuan untuk memahami informasi, menganalisis data, serta mengambil keputusan logis berdasarkan kondisi yang diberikan.
Secara umum, soal pemecahan masalah:
- Berbentuk teks panjang, tabel, grafik, atau kombinasi
- Menguji logika, bukan hafalan
- Menuntut ketelitian dalam membaca data
Dengan kata lain, peserta tidak hanya diminta memahami informasi, tetapi juga harus mampu mengolahnya menjadi solusi yang tepat.
Tips dan Trik Mengerjakan Soal Pemecahan Masalah LPDP
1. Fokus pada Pertanyaan Terlebih Dahulu
Sebelum membaca panjang lebar, lihat dulu apa yang ditanyakan. Ini akan menghemat waktu.
2. Tandai Informasi Penting
Gunakan teknik scanning:
- Angka
- Perbandingan
- Kata kunci (misal: “terbesar”, “paling sedikit”, “tren”)
3. Jangan Terjebak Informasi Tidak Relevan
Biasanya ada “pengalih perhatian” dalam soal.
4. Gunakan Logika Eliminasi
Jika ragu, eliminasi pilihan yang jelas salah.
5. Kelola Waktu
Idealnya: set bacaan (5 soal) → maksimal 6–8 menit
Salah satu bagian yang cukup menantang adalah soal pemecahan masalah (problem solving). Pada bagian ini, peserta diminta untuk menganalisis informasi, memahami hubungan antar data, serta menentukan kesimpulan yang paling logis.
Selain itu, kemampuan berpikir analitis juga akan diuji melalui berbagai bentuk soal seperti:
- penalaran logika
- analisis teks
- interpretasi data
- penguatan argumen
Dalam artikel ini, teman-teman akan menemukan beberapa contoh soal Tes Bakat Skolastik LPDP bagian pemecahan masalah lengkap dengan pembahasan. Dengan latihan yang cukup, pola soal biasanya akan lebih mudah dikenali.
Contoh Soal Tes Skolastik LPDP – Pemecahan Masalah
Untuk memulai latihan, silakan membaca soal berikut dengan teliti. Kemudian, cobalah untuk menentukan jawaban yang paling tepat sebelum melihat pembahasannya.
Soal 1
1. Loki baru saja mendapatkan hasil dari Ujian Akhir Semester (UAS), yang terdiri dari: Matematika, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Nilai yang diperoleh Loki adalah sebagai berikut:
- Nilai tertinggi diperoleh pada pelajaran Matematika.
- Nilai sejarah berada diantara nilai Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
- Nilai ekonomi lebih tinggi dari nilai Bahasa Indonesia dan tidak lebih tinggi dari nilai Sosiologi.
- Nilai bahasa Indonesia bukan nilai paling rendah.
Pernyataan yang tidak benar adalah …
A. Nilai terendah diperoleh dalam mata pelajaran Bahasa Inggris
B. Nilai Bahasa Indonesia ada di antara nilai Sejarah dan Ekonomi
C. Rata-rata nilai Bahasa (Inggris dan Indonesia) lebih rendah dari rata-rata nilai Sosial (Sejarah, Ekonomi, dan Sosiologi)
D. Nilai Bahasa Indonesia lebih rendah dari nilai Sejarah
E. Nilai Sejarah lebih rendah kedua
Pembahasan:
Di soal terdapat informasi-informasi berikut:
- Nilai tertinggi adalah Matematika. Maka, urutan nilai bisa kita buat dari rendah ke tinggi (…, …, …, …, …, Matematika).
- Nilai Sejarah ada di antara nilai Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. (Bahasa…, Sejarah, Bahasa…).
- Nilai Ekonomi lebih tinggi dari nilai Bahasa Indonesia dan tidak lebih tinggi dari nilai Sosiologi (Bahasa Indonesia, Ekonomi, Sosiologi).
- Nilai Bahasa Indonesia bukan nilai yang paling rendah.
Bacalah teks dibawah ini
Pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat tajam. Perkembangan teknologi seperti telepon yang semakin canggih merupakan faktor utama penyebab melonjaknya pengguna internet di Indonesia. Jika teknologi berkembang, pengguna internet meningkat. Sementara itu, jika seseorang mengikuti perkembangan zaman, seseorang bisa berkomunikasi dengan berbagai media. Dalam hal ini, tidak ada pengguna internet yang gagap teknologi. Sebagian dari pengguna internet tersebut memiliki telepon canggih.
Penerapan teknologi komunikasi dan informasi ditunjukkan dengan berkembangnya nilai-nilai di negara-negara maju. Nilai-nilai tersebut diantaranya adalah efisiensi, efektivitas, dan rasionalitas. Jika teknologi komunikasi mengalami kemajuan, orang mudah dalam berkomunikasi. Kemudahan orang dalam berkomunikasi menyebabkan suatu peristiwa yang dapat diketahui orang di seluruh dunia pada saat yang sama. Misalnya, hanya dengan berada di depan komputer orang bisa melakukan berbagai aktivitas, seperti melakukan pembicaraan dengan orang lain, mengirimkan informasi, serta melakukan transaksi seperti pembelian, pembayaran, dan penjualan. Meskipun demikian, kemajuan teknologi bagi kehidupan manusia dapat diibaratkan sebuah pisau bermata dua.

Berdasarkan Gambar di atas, manakah kesimpulan di bawah ini yang benar mengenai pengguna internet di DKI jakarta ….
a. Persentase pengguna internet gabungan kantor dan sekolah tahun 2011 lebih tinggi daripada tahun 2012
b. Persentase pengguna internet gabungan kantor dan warnet tahun 2013 lebih rendah daripada tahun 2014
c. Tahun 2014, persentase pengguna internet di kantor lebih tinggi daripada gabungan sekolah dan warnet
d. Tahun 2012, persentase pengguna internet di warnet lebih tinggi daripada gabungan pengguna internet di kantor dan warnet
e. Persentase pengguna internet gabungan kantor dan warnet tahun 2014 lebih rendah daripada tahun 2012
Jawaban dan Pembahasan:
Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita perlu mencari data berikut:
- Persentase pengguna internet gabungan kantor dan sekolah tahun 2011 : 34
- Persentase pengguna internet gabungan kantor dan sekolah tahun 2012: 37
- Persentase pengguna internet gabungan kantor dan warnet tahun 2013: 50
- Persentase pengguna internet gabungan kantor dan warnet tahun 2014: 44
- Persentase pengguna internet gabungan sekolah dan warnet tahun 2014: 36
- Persentase pengguna internet gabungan kantor dan warnet tahun 2012: 57
Nah, setelah data persentase sudah didapat, bisa kita simpulkan bahwa jawabannya adalah E. Persentase pengguna internet gabungan kantor dan warnet tahun 2014 lebih rendah dari tahun
Bacalah teks dibawah ini
Kesehatan anak selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Bagaimanapun, semua anak kecil berpotensi mengalami sakit. Sakit yang biasa dialami anak-anak adalah flu, batuk, dan cacar. Sebagian anak yang berpotensi mengalami sakit pada akhirnya harus berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit. Sayangnya, tidak semua anak mau dibawa berobat ke rumah sakit. Banyak anak menolak diajak ke rumah sakit, terutama anak laki-laki, apalagi jika harus menjalani rawat inap. Banyaknya pemandangan orang sakit menjadi salah satu alasan mereka menolak ke rumah sakit, begitu juga dengan bau obat yang menyengat dan penampilan staf rumah sakit dengan baju putihnya. Mereka mengira bahwa jika ke rumah sakit, mereka akan disuntik. Membayangkan sakitnya jarum suntik menjadi alasan yang paling banyak ditemui mengapa anak-anak tidak suka ke rumah sakit.
Untuk mengatasi hal ini, seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak prasekolah selama menjalani perawatan di ruang pediatri. Tujuan terapi bermain adalah agar saat menjalani perawatan, mereka tetap mendapatkan pembelajaran atau kegiatan menyenangkan. Penelitian dilakukan pada anak-anak usia 3-5 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan terapi bermain pada sejumlah anak. Terdapat dua kelompok terapi yaitu kelompok laki-laki dan perempuan dengan jumlah masing-masing 50 anak, serta terdapat 6 jenis permainan yang diberikan. Sebelum terapi, anak-anak tersebut diukur perilaku kooperatifnya, kemudian dihitung reratanya. Demikian pula setelah terapi, perilaku kooperatif anak-anak tersebut diukur kembali. Setelah riset, diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 1.
| Jenis Permainan | Laki-Laki | Perempuan |
| Tali | 20 | 25 |
| Bola | 30 | 20 |
| Boneka | 15 | 25 |
| Monopoli | 35 | 35 |
| Ular Tangga | 12 | 15 |
| Rumah-rumahan | 20 | 20 |
Jumlah Anak yang Kooperatif Setelah Terapi Bermain
(bukan data sebenarnya)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sebelum terapi lebih rendah daripada setelah terapi, baik pada anak-laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menunjukkan bahwa jika anak-anak mendapatkan terapi bermain, mereka lebih bersikap kooperatif. Sikap kooperatif misalnya ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan dan kemampuan berkomunikasi dengan orangtua. Sikap kooperatif membuat anak merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi ini terapi diibaratkan sebagai obat yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mengurangi sakit.
3. Berdasarkan tabel di atas, jika hasil tersebut tidak berubah pada masa mendatang, jenis permainan yang paling mungkin dipertahankan untuk diberikan pada anak-anak adalah ….
a. Tali
b. Bola
c. Boneka
d. Monopoli
e. Rumah-rumahan
Jawaban dan pembahasan:
Nah, tinggal kita total aja jumlah anak laki-laki dan perempuan untuk menentukan permainan yang paling mungkin dipertahankan.
| Jenis Permainan | Laki-Laki | Perempuan | Total |
| Tali | 20 | 25 | 45 |
| Bola | 30 | 20 | 50 |
| Boneka | 15 | 25 | 40 |
| Monopoli | 35 | 35 | 70 |
| Ular Tangga | 12 | 15 | 27 |
| Rumah-rumahan | 20 | 20 | 40 |
Jadi, jawabannya adalah D. Monopoli.
baca juga : Soal Skolastik LPDP 2026 : Deret Angka Lengkap Dengan Pembahasan
Bacalah teks dibawah ini
Masalah pemerataan pendidikan masih terjadi di Indonesia. Banyak anak usia sekolah yang tidak mendapatkan kesempatan pendidikan terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil. Hal ini terjadi apabila fasilitas pendidikan di suatu daerah tidak memadai. Fasilitas pendidikan yang baik akan mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran secara optimal. Selain itu, jumlah fasilitas pendidikan yang ditawarkan akan menentukan seberapa banyak anak usia sekolah yang dapat mengikuti pendidikan yang baik yang dicirikan oleh sarana prasarana yang lengkap, guru yang profesional dan pembelajaran beragam.
4. Manakah informasi berikut yang memperkuat pernyataan “Banyak anak usia sekolah yang tidak bisa mendapatkan kesempatan pendidikan, terutama yang tinggal di daerah terpencil”?
a. Rata-rata jumlah anak yang tidak bisa bersekolah lebih banyak dibandingkan di pusat kota.
b. Peningkatan jumlah sekolah yang didirikan di daerah terpencil lebih tinggi dibandingkan di kota.
c. Fasilitas yang disediakan sekolah di daerah terpencil cenderung lebih sedikit dibandingkan di kota.
d. Sebagian besar sekolah di daerah terpencil membebaskan biaya sekolah untuk anak usia sekolah.
e. Jumlah anak usia sekolah yang terdaftar di daerah terpencil lebih sedikit dibandingkan di pusat kota.
Jawaban dan pembahasan:
Jawaban yang paling tepat adalah A. Rata-rata jumlah anak yang tidak bisa bersekolah lebih banyak dibandingkan di pusat kota. Mengapa? Karena opsi A memiliki keterkaitan dengan pernyataan yang ada di soal, sedangkan opsi lain cenderung melawan dan tidak berkaitan.
Kepala sekolah SMA X mengatakan bahwa banyak siswa SMA X yang lulus UAN dengan nilai yang baik tahun ini. Hal ini disebabkan oleh metode belajar aktif yang diterapkan oleh sekolah.
5. Manakah pernyataan berikut yang akan memperkuat argumen kepala sekolah SMA X tersebut
a. Metode belajar aktif belum pernah diterapkan pada tahun sebelumnya.
b. Selain metode belajar aktif, semua guru juga menggunakan berbagai metode mengajar lain.
c. Jumlah siswa yang lulus dengan nilai yang baik juga makin meningkat.
d. Semua mata pelajaran telah tercapai capaian pembelajarannya.
e. Guru-guru sudah menerapkan metode belajar aktif sejak belasan tahun yang lalu.
Jawaban dan pembahasan:
Jawaban yang paling tepat adalah A. Metode belajar aktif belum pernah diterapkan pada tahun sebelumnya. Hal ini karena metode belajar aktif baru diterapkan pada tahun ini, maka dari itu banyak siswa X yang lulus UAN dengan nilai yang baik.
Tips Menghadapi Soal Pemecahan Masalah Tes Skolastik LPDP
Dalam mengerjakan soal pemecahan masalah, peserta perlu memahami informasi yang diberikan secara menyeluruh.
Pertama, bacalah soal dengan teliti dan identifikasi hubungan antar informasi. Setelah itu, tentukan kesimpulan yang paling logis berdasarkan data yang tersedia.
Selain itu, hindari menarik kesimpulan yang tidak didukung oleh informasi dalam soal. Dengan demikian, jawaban yang dipilih akan lebih akurat.
Latihan yang konsisten juga sangat disarankan karena pola soal biasanya akan lebih mudah dikenali setelah peserta terbiasa mengerjakannya.
FAQ Pemecahan Masalah
- Putra-Putri Papua: 95
- Jalur Reguler: 165
- Dokter Spesialis & Subspesialis: 165
- Jalur Targeted (PNS, TNI, POLRI): 160
- Jalur Parsial / Kewirausahaan: 150
- Pendidikan Kader Ulama: 150
- Afirmasi Prasejahtera: 115
- Afirmasi Daerah 3T: 105
Daftar Kursus Tes Bakat Skolastik LPDP 2026 Sekarang
Jika Anda ingin: Lulus Skolastik diatas 170? dan Lanjut ke tahapan substansi dan wawancara.
Saatnya mempersiapkan diri secara serius.
Hubungi tim Kelas Bahasa untuk informasi jadwal dan pendaftaran program TBS LPDP 2026.
Note untuk bukti kelulusan ujian (bukan testimoni) SIMAK UI Pascasarjana, PPDS & Doktoral , UUO TPA Bappenas, SMUP UNPAD, UM UGM (PAPs & AcEPT UGM), PPDS ULM Banjarmasin, PPDS Unand, PPDS UB Malang, PMB ITB, TBS Beasiswa LPDP RI, Beasiswa Kementerian Bappenas, PPMB PPDS FK Unair dan seluruh program PPDS PTN lainnya bisa dicek dibawah ini


