TKA SMUP Unpad

Kursus TKA dan ELT SMUP Unpad

TKA SMUP Unpad merupakan salah satu ujian yang harus dipersiapkan dengan baik oleh calon mahasiswa Universitas Padjadjaran. Pada artikel ini dibahas materi TKA SMUP Unpad, contoh soal, pembahasan, strategi belajar, serta tryout terbaru agar peluang lolos semakin besar.

Selanjutnya, kelas ini juga mempersiapkan Anda menghadapi ujian Ekstensi, Spesialis, Subspesialis (SP2), Profesi, S2, dan S3. Program berlangsung selama 1 bulan penuh sebelum akhirnya peserta mengikuti SMUP Unpad S2, S3, dan Spesialis. Karena itu, peserta memiliki jadwal belajar yang teratur, terarah, dan pada akhirnya lebih siap menghadapi ujian. 

Materi Kursus TKA dan ELT SMUP Unpad

TKA SMUP Unpad

Maka dari itu, langkah pertama dan paling penting dalam persiapan ujian TKA SMUP Unpad adalah memahami 3 subtes utama dengan total 120 soal dalam 100 menit. Selain itu, peserta juga perlu memahami jenis soal yang sering muncul agar tidak terkejut saat ujian.

Catatan: Ujian TKA PIP Unpad berbeda dengan konsep ujian UUO TPA Bappenas secara keseluruhan. Oleh sebab itu, strategi belajarnya tidak boleh disamakan. Dengan demikian, peserta membutuhkan pendekatan berbeda untuk masing-masing tipe ujian.

Dengan mengikuti Kursus TKA dan ELT SMUP Unpad, Anda akan mendapatkan pembelajaran intensif, latihan berkala, kemudian strategi pengerjaan yang sudah disesuaikan dengan tingkat kesulitan soal. Akibatnya, peluang Anda memperoleh skor tinggi semakin besar.

Catatan penting: Kelas TPA & TOEFL hanya membuka pendaftaran kelas privat online dan offline untuk persiapan TKA SMUP Unpad.

Materi Ujian TKA Unpad

Tes Kemampuan Akademik (TKA) Universitas Padjadjaran merupakan tes yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir akademik calon peserta pada jenjang Magister (S2), Doktor (S3), Profesi, PPDS, maupun PPDGS. TKA tidak hanya menguji pengetahuan yang telah dipelajari, tetapi lebih menekankan pada kemampuan berpikir logis, analitis, pemecahan masalah, dan kemampuan memahami informasi secara cepat dan tepat. Secara umum, materi TKA Unpad terdiri dari tiga kelompok besar : 

  1. Tes Kemampuan Verbal
  2. Tes Kemampuan Kuantitatif
  3. Tes Kemampuan Spasial dan Gambar

Tes Kemampuan Verbal

Tes Kemampuan Verbal bertujuan mengukur kemampuan peserta dalam memahami bahasa, menganalisis informasi tertulis, menarik kesimpulan secara logis, serta memahami hubungan antar kata maupun antar kalimat. Kemampuan verbal menjadi salah satu indikator penting karena berkaitan dengan kemampuan membaca jurnal ilmiah, memahami literatur akademik, serta menyusun argumentasi secara sistematis.

Materi yang sering diujikan meliputi:

A. Pemahaman Bacaan (Wacana Bahasa Indonesia)

Peserta membaca satu atau beberapa bacaan, kemudian menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks tersebut.

Pertanyaan biasanya mengenai:

  • Ide pokok
  • Informasi tersurat
  • Informasi tersirat
  • Kesimpulan bacaan
  • Tujuan penulis
  • Makna kata dalam konteks
  • Hubungan antar paragraf

Kemampuan yang diukur:

  • Membaca cepat
  • Analisis informasi
  • Berpikir kritis
  • Menarik kesimpulan

B. Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif adalah metode berpikir logis yang dimulai dari pernyataan atau aturan yang bersifat umum, kemudian digunakan untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus. Apabila semua premis yang diberikan benar dan proses penalarannya valid, maka kesimpulan yang dihasilkan juga pasti benar.

Dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) Unpad, penalaran deduktif digunakan untuk mengukur kemampuan peserta dalam menganalisis informasi, menghubungkan beberapa premis, serta menarik kesimpulan yang logis berdasarkan fakta yang tersedia tanpa dipengaruhi oleh asumsi atau opini pribadi.

Ciri-ciri Penalaran Deduktif
  • Berawal dari pernyataan yang bersifat umum.
  • Menghasilkan kesimpulan yang lebih spesifik.
  • Menggunakan aturan logika yang sistematis.
  • Kesimpulan harus didasarkan pada seluruh premis yang diberikan.
  • Tidak boleh menambahkan informasi di luar fakta yang tersedia.

Bentuk Soal Penalaran Deduktif

Soal penalaran deduktif umumnya disajikan dalam bentuk beberapa pernyataan (premis), kemudian peserta diminta menentukan kesimpulan yang paling tepat.

Contoh 1

Premis:

  • Semua mahasiswa Pascasarjana Unpad wajib mengikuti orientasi.
  • Dimas adalah mahasiswa Pascasarjana Unpad.

Kesimpulan:

  • Dimas wajib mengikuti orientasi.

Kesimpulan tersebut benar karena diperoleh langsung dari kedua premis.


Contoh 2

Premis:

  • Semua dokter memiliki izin praktik.
  • Sebagian dosen adalah dokter.

Kesimpulan:

  • Sebagian dosen memiliki izin praktik.

Kesimpulan tersebut benar, karena dosen yang berprofesi sebagai dokter termasuk dalam kelompok yang memiliki izin praktik.


Contoh 3

Premis:

  • Semua peserta TKA membawa kartu ujian.
  • Rina membawa kartu ujian.

Kesimpulan:

  • Rina adalah peserta TKA.

Kesimpulan tersebut tidak dapat dipastikan benar. Membawa kartu ujian tidak selalu berarti seseorang adalah peserta TKA. Bisa saja Rina membawa kartu ujian milik orang lain atau berada dalam situasi lain yang tidak dijelaskan dalam premis.

Jenis Soal yang Sering Muncul

Dalam TKA Unpad, penalaran deduktif biasanya muncul dalam bentuk:

  • Silogisme
  • Menentukan kesimpulan yang benar
  • Menentukan kesimpulan yang tidak dapat disimpulkan
  • Pernyataan benar atau salah
  • Hubungan antar premis
  • Analisis argumen logis

Tips Mengerjakan Soal Penalaran Deduktif

  • Bacalah seluruh premis dengan cermat.
  • Jangan menambahkan asumsi atau informasi yang tidak terdapat dalam soal.
  • Fokus hanya pada fakta yang diberikan.
  • Gunakan aturan logika secara konsisten.
  • Jika kesimpulan tidak dapat dipastikan berdasarkan premis, pilih jawaban “tidak dapat disimpulkan”, bukan langsung menganggapnya salah.

C. Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif adalah proses berpikir logis yang menarik suatu kesimpulan khusus berdasarkan satu atau lebih pernyataan umum (premis) yang telah diketahui kebenarannya. Dengan kata lain, penalaran deduktif bergerak dari hal yang bersifat umum menuju hal yang bersifat khusus.

Dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) Unpad, penalaran deduktif digunakan untuk mengukur kemampuan peserta dalam memahami hubungan logis antarpernyataan, menganalisis informasi yang diberikan, serta menarik kesimpulan yang benar tanpa menambahkan asumsi di luar fakta yang tersedia.

Karakteristik Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:

  • Berangkat dari premis atau aturan yang bersifat umum.
  • Menghasilkan kesimpulan yang lebih spesifik.
  • Menggunakan aturan logika yang sistematis.
  • Kesimpulan hanya didasarkan pada informasi yang terdapat dalam premis.
  • Apabila semua premis benar dan pola penalarannya valid, maka kesimpulan yang dihasilkan pasti benar.

Struktur Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif terdiri atas dua bagian utama, yaitu:

Premis Mayor, yaitu pernyataan umum yang menjadi dasar penalaran.

Premis Minor, yaitu pernyataan yang lebih khusus dan berkaitan dengan premis mayor.

Dari kedua premis tersebut kemudian ditarik kesimpulan.

Contoh:

Premis Mayor:
Semua mahasiswa Universitas Padjadjaran wajib mengikuti orientasi akademik.

Premis Minor:
Andi adalah mahasiswa Universitas Padjadjaran.

Kesimpulan:
Andi wajib mengikuti orientasi akademik.

Kesimpulan tersebut benar karena diperoleh secara langsung dari kedua premis yang diberikan.

Jenis-Jenis Penalaran Deduktif

Dalam soal TKA Unpad, penalaran deduktif biasanya muncul dalam beberapa bentuk berikut.

1. Silogisme

Silogisme merupakan bentuk penalaran deduktif yang menggunakan dua premis untuk menghasilkan satu kesimpulan.

Contoh:

Semua dosen adalah pendidik.

Semua pendidik memiliki tanggung jawab mengajar.

Kesimpulan:

Semua dosen memiliki tanggung jawab mengajar.


2. Menentukan Kesimpulan

Peserta diminta memilih kesimpulan yang paling tepat berdasarkan beberapa pernyataan yang tersedia.

Contoh:

Semua peserta TKA membawa kartu ujian.

Rina adalah peserta TKA.

Kesimpulan:

Rina membawa kartu ujian.


3. Menentukan Pernyataan yang Tidak Dapat Disimpulkan

Tidak semua informasi dapat ditarik menjadi kesimpulan.

Contoh:

Semua dokter memiliki izin praktik.

Budi memiliki izin praktik.

Kesimpulan:

Budi adalah dokter.

Kesimpulan tersebut tidak dapat disimpulkan, karena seseorang yang memiliki izin praktik belum tentu berprofesi sebagai dokter.

Tes Kemampuan Kuantitatif

Tes Kemampuan Kuantitatif adalah bagian dari Tes Kemampuan Akademik (TKA) Unpad yang bertujuan mengukur kemampuan peserta dalam berpikir logis, sistematis, dan analitis melalui penyelesaian berbagai permasalahan yang berkaitan dengan angka, simbol, hubungan matematis, serta interpretasi data. Tes ini tidak hanya menilai kemampuan berhitung, tetapi juga kemampuan memahami konsep matematika dasar, mengenali pola, menganalisis informasi numerik, dan mengambil keputusan berdasarkan perhitungan yang tepat.

Dalam dunia akademik, kemampuan kuantitatif sangat penting karena digunakan untuk menganalisis data, memecahkan masalah secara objektif, serta membuat keputusan berdasarkan informasi yang bersifat kuantitatif. Oleh karena itu, soal-soal dalam Tes Kemampuan Kuantitatif dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS), bukan sekadar menghafal rumus atau melakukan operasi hitung sederhana.

Materi yang diujikan dalam Tes Kemampuan Kuantitatif umumnya meliputi beberapa aspek berikut.

1. Operasi Hitung Dasar

Materi ini menguji kemampuan peserta dalam melakukan berbagai operasi matematika dasar secara tepat dan efisien. Penguasaan operasi hitung menjadi fondasi dalam menyelesaikan berbagai jenis soal kuantitatif yang lebih kompleks.

2. Aritmetika

Aritmetika mencakup berbagai konsep matematika yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini mengukur kemampuan peserta dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan perbandingan, persentase, rasio, keuntungan dan kerugian, bunga, kecepatan, waktu, jarak, debit, umur, hingga produktivitas kerja.

3. Deret Angka

Deret angka bertujuan mengukur kemampuan peserta dalam mengenali pola hubungan antarbilangan. Peserta dituntut untuk mengidentifikasi aturan atau pola tertentu yang digunakan dalam suatu rangkaian angka, kemudian menentukan angka berikutnya atau angka yang hilang berdasarkan pola tersebut.

4. Deret Huruf

Pada materi ini, peserta diminta menganalisis pola perubahan susunan huruf berdasarkan urutan alfabet atau aturan tertentu. Soal deret huruf menguji kemampuan berpikir logis, konsentrasi, serta ketelitian dalam mengenali pola yang terbentuk.

5. Perbandingan Kuantitatif

Perbandingan kuantitatif mengukur kemampuan peserta dalam membandingkan dua atau lebih nilai matematika tanpa harus selalu melakukan perhitungan yang panjang. Peserta dituntut untuk memahami hubungan antarbesaran serta menentukan nilai yang lebih besar, lebih kecil, sama, atau tidak dapat ditentukan berdasarkan informasi yang tersedia.

6. Soal Cerita Matematika

Materi ini menguji kemampuan peserta dalam menerjemahkan suatu permasalahan yang disajikan dalam bentuk narasi ke dalam model atau konsep matematika yang sesuai. Selain kemampuan berhitung, peserta juga dituntut memiliki kemampuan memahami informasi, menganalisis kondisi yang diberikan, serta menentukan strategi penyelesaian yang paling efektif.

7. Interpretasi Data

Interpretasi data bertujuan mengukur kemampuan peserta dalam membaca, memahami, dan menganalisis informasi yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, diagram, atau bentuk visual lainnya. Peserta harus mampu menarik kesimpulan yang tepat berdasarkan data yang tersedia serta melakukan perhitungan jika diperlukan.

8. Penalaran Kuantitatif

Penalaran kuantitatif mengukur kemampuan peserta dalam menggunakan konsep-konsep matematika untuk menyelesaikan masalah secara logis. Materi ini lebih menekankan pada proses berpikir analitis dibandingkan kemampuan melakukan perhitungan semata. Peserta diharapkan mampu mengidentifikasi hubungan antarvariabel, menemukan pola, mengevaluasi informasi numerik, serta mengambil keputusan berdasarkan logika matematika.

Kemampuan yang Diukur

Melalui Tes Kemampuan Kuantitatif, TKA Unpad mengukur berbagai kompetensi akademik peserta, antara lain:

  • Kemampuan berpikir logis dan sistematis.
  • Kemampuan bernalar secara matematis.
  • Kemampuan menganalisis informasi numerik.
  • Kemampuan mengenali pola dan hubungan antarangka.
  • Kemampuan memecahkan masalah secara efektif.
  • Kemampuan membaca dan menginterpretasikan data.
  • Kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis kuantitatif.
  • Ketelitian, kecepatan, dan akurasi dalam menyelesaikan persoalan matematika.

Tes Kemampuan Gambar

Tes Kemampuan Gambar merupakan salah satu bagian dari Tes Kemampuan Akademik (TKA) Universitas Padjadjaran yang bertujuan mengukur kemampuan peserta dalam memahami, menganalisis, dan memanipulasi objek secara visual. Berbeda dengan Tes Kemampuan Verbal maupun Tes Kemampuan Kuantitatif yang lebih menekankan pada bahasa dan angka, tes ini berfokus pada kemampuan berpikir nonverbal melalui bentuk, pola, ruang, serta hubungan antarobjek.

Tes Kemampuan Gambar dirancang untuk menilai kemampuan seseorang dalam melakukan visualisasi, mengenali pola, memahami orientasi ruang, serta memecahkan permasalahan yang disajikan dalam bentuk gambar. Kemampuan ini sangat penting dalam dunia akademik karena berkaitan dengan kemampuan berpikir analitis, ketelitian, persepsi visual, dan penyelesaian masalah secara logis.

Soal-soal pada bagian ini umumnya tidak memerlukan perhitungan matematis atau kemampuan bahasa yang tinggi, melainkan mengandalkan kemampuan mengamati, membandingkan, mengidentifikasi pola, dan membayangkan perubahan suatu objek. Oleh karena itu, peserta dituntut memiliki daya konsentrasi, ketelitian, serta kemampuan berpikir visual yang baik.

Materi yang umumnya diujikan dalam Tes Kemampuan Gambar meliputi beberapa aspek berikut.

1. Pola Gambar 2D dan 3D

Materi ini mengukur kemampuan peserta dalam mengenali pola atau aturan yang membentuk suatu rangkaian gambar. Peserta dituntut untuk mengidentifikasi hubungan antar gambar, perubahan bentuk, posisi, arah, ukuran, maupun jumlah objek, kemudian menentukan gambar yang sesuai berdasarkan pola tersebut.

2. Hubungan Antar Gambar 2D dan 3D

Materi ini menguji kemampuan peserta dalam memahami hubungan logis antara dua atau lebih gambar. Peserta harus mampu mengidentifikasi kesamaan, perbedaan, maupun perubahan yang terjadi pada setiap gambar sehingga dapat menentukan hubungan yang paling tepat.

3. Rotasi Gambar 2D dan 3D

Rotasi gambar mengukur kemampuan visualisasi ruang dengan cara membayangkan suatu objek yang diputar pada sudut tertentu. Peserta harus menentukan bentuk atau posisi objek setelah mengalami rotasi tanpa mengubah bentuk aslinya.

4. Pencerminan 2D dan 3D

Pada materi ini peserta diminta memahami perubahan posisi suatu objek setelah dilakukan pencerminan terhadap sumbu atau garis tertentu. Kemampuan ini mengukur pemahaman mengenai simetri dan orientasi visual.

5. Bangun Ruang 3D

Materi ini mengukur kemampuan peserta dalam memahami bentuk tiga dimensi serta hubungan antar sisi, rusuk, dan titik sudut suatu bangun ruang. Peserta juga dituntut mampu membayangkan bentuk objek dari berbagai sudut pandang.

6. Jaring-Jaring Bangun Ruang 2D dan 3D

Pada materi ini peserta harus menentukan hubungan antara bentuk dua dimensi dengan bangun ruang yang terbentuk setelah dilipat. Kemampuan yang diukur meliputi visualisasi spasial, orientasi ruang, serta pemahaman struktur bangun ruang.

7. Proyeksi Bangun Ruang 3D

Materi proyeksi bangun ruang mengukur kemampuan peserta dalam menentukan tampilan suatu objek apabila dilihat dari arah tertentu, seperti tampak depan, tampak samping, maupun tampak atas. Kemampuan ini banyak digunakan untuk menilai persepsi ruang dan orientasi visual.

8. Penyusunan Bangun 3D

Materi ini menguji kemampuan peserta dalam menggabungkan beberapa bagian atau potongan gambar menjadi suatu bentuk utuh. Peserta harus memahami bagaimana setiap bagian saling berhubungan untuk membentuk objek yang benar.

9. Benda Bersinggungan dan Count Blocks

Materi ini mengukur kemampuan peserta dalam menghitung jumlah kubus atau balok yang tersusun dalam suatu bangun tiga dimensi, termasuk menentukan jumlah kubus yang tersembunyi di dalam susunan tersebut. Selain itu, peserta juga harus mampu memahami hubungan antarblok dan memperkirakan bentuk keseluruhan berdasarkan tampilan yang diberikan.

Kemampuan yang Diukur

Melalui Tes Kemampuan Gambar, TKA Unpad mengukur berbagai kemampuan kognitif peserta, antara lain:

  • Kemampuan visualisasi ruang (spatial visualization).
  • Kemampuan mengenali pola visual.
  • Kemampuan berpikir logis nonverbal.
  • Kemampuan memahami orientasi dan posisi objek.
  • Kemampuan menganalisis hubungan antar gambar.
  • Kemampuan memecahkan masalah berbasis visual.
  • Ketelitian dalam mengamati detail gambar.
  • Kemampuan berpikir sistematis dan analitis.

Struktur Ujian ELT TKBI Unpad

Ujian TOEFL ITP terdiri dari 3 bagian utama. Selanjutnya, penjelasan di bawah ini akan membantu Anda memahami setiap bagian lebih mendalam. Dengan kata lain, Anda dapat mengetahui aspek mana yang menjadi kekuatan dan kelemahan sehingga proses latihan lebih terarah.

Listening Comprehension (50 soal, ±35 menit)

Pertama, bagian listening mengukur kemampuan memahami bahasa Inggris lisan dalam konteks akademik dan percakapan sehari-hari. Selain itu, pemahaman pada aksen dan kecepatan bicara juga diuji sehingga peserta harus berlatih secara konsisten.

Subbagian Listening:

Part A: Short Conversations (30 soal)

→ Percakapan pendek antara dua orang, diikuti satu pertanyaan.
Tips: Fokus pada ide utama, ekspresi idiomatik, serta maksud tersembunyi.

Part B: Longer Conversations (8 soal)

→ Percakapan panjang dengan beberapa pertanyaan.
Tips: Catat informasi penting seperti topik, tempat, dan kesimpulan.

Part C: Short Talks (12 soal)

→ Monolog seperti kuliah singkat atau pengumuman.
Tips: Identifikasi ide utama, detail penting, dan hubungan antar informasi.

Structure and Written Expression (40 soal, 25 menit)

Kedua, bagian ini mengukur pemahaman tata bahasa Inggris formal. Selain itu, peserta dituntut mampu mengenali kesalahan gramatikal dalam waktu singkat.

Part A: Structure (15 soal)

→ Kalimat tidak lengkap; pilih jawaban yang melengkapi dengan benar.
Contoh:
The book on the table ____ mine.
(A) is (B) are (C) be (D) being

Part B: Written Expression (25 soal)

→ Kalimat lengkap; pilih bagian yang salah secara gramatikal.
Contoh:
One of the main reason for studying English is to get a good job.
Tips: Kuasai tenses, subject-verb agreement, preposisi, parallel structure, dan modifier.

Baca juga: Kamu sibuk? Tidak sempat datang ke bimbel? Anda bisa ikut kelas online—kami punya solusinya! Klik di sini.
Ayo lulus S2, S3, LPDP, Profesi, dan PPDS bersama kami menuju kampus Unpad tahun ini.

Reading Comprehension (50 soal, 55 menit)

Terakhir, bagian ini mengukur kemampuan membaca dan memahami teks akademik dalam bahasa Inggris.

Materi utama mencakup:

  • Ide pokok paragraf

  • Makna kata dalam konteks

  • Inferensi

  • Tujuan penulis

  • Informasi detail

  • Sinonim & rujukan kata ganti

Jenis teks yang sering muncul:

  • Sains

  • Sejarah

  • Budaya

  • Biografi tokoh

  • Geografi

  • Topik akademik lainnya

Kursus Privat dan Kelas Reguler

Selain kelas privat, kami juga membuka program grup dengan ketentuan khusus yang dapat Anda lihat pada bagian pendaftaran. Selanjutnya, peserta dapat memilih format yang paling nyaman, baik belajar sendiri secara privat maupun berkelompok. Dengan demikian, Anda bisa menyesuaikan metode belajar sesuai preferensi dan kebutuhan.

Lebih lanjut, untuk pertanyaan detail mengenai program persiapan SMUP Unpad, Anda dapat langsung menghubungi kami pada kontak di bawah.

FAQ TKA dan ELT TKBI Unpad

1. Apa itu TKA PIP Unpad?
TKA (Tes Kemampuan Akademik) PIP Unpad adalah tes potensi akademik resmi Universitas Padjadjaran untuk seleksi S2, S3, profesi, PPDS, dan PPDGS.
2. Apa itu ELT dan TKBI Unpad?
ELT dan TKBI Unpad adalah tes kemampuan bahasa Inggris resmi Unpad untuk kebutuhan Pascasarjana, profesi, dan administrasi akademik.
3. ELT, TKBI, dan TKA Unpad resmi diselenggarakan oleh siapa?
TKA diselenggarakan oleh PIP Unpad, sedangkan ELT dan TKBI diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Unpad dan SMUP Unpad.
4. Daftar TKA PIP Unpad resmi ke mana?
Pendaftaran resmi TKA dilakukan melalui Portal Tes PIP Unpad dan sistem resmi PIP Unpad.
5. Daftar ELT dan TKBI Unpad resmi ke mana?
Pendaftaran resmi ELT dan TKBI dilakukan melalui SMUP Unpad dan portal resmi TKBI Unpad.
6. Harga ujian TKA PIP Unpad sekarang berapa?
Biaya TKA PIP Unpad umumnya sekitar Rp350.000–Rp500.000 tergantung format tes dan periode pelaksanaan.
7. Harga ujian ELT dan TKBI Unpad sekarang berapa?
ELT luring sekitar Rp125.000–Rp150.000 dan ELT daring sekitar Rp75.000–Rp100.000.
8. Masa berlaku sertifikat ELT, TKBI, dan TKA Unpad berapa lama?
Umumnya berlaku maksimal 2 tahun sejak tanggal tes.
9. Apakah sertifikat TPA Bappenas bisa dipakai daftar S2 dan S3 Unpad?
Bisa. Unpad menerima TPA dari Bappenas, UI, UGM, UNAIR, dan PLTI HIMPSI untuk beberapa program.
10. Apakah TOEFL ITP bisa dipakai daftar S2 dan S3 Unpad?
Bisa untuk beberapa jalur tertentu. Selain ELT dan TKBI Unpad, Unpad juga menerima TOEFL, IELTS, TOEP PLTI, dan Duolingo.
11. Minimal skor TKA untuk daftar S2 Unpad berapa?
Umumnya minimal sekitar 450.
12. Minimal skor TKA untuk daftar S3 Unpad berapa?
Program doktor umumnya meminta minimal sekitar 500.
13. Minimal skor ELT/TKBI untuk daftar S2 Unpad berapa?
Rata-rata minimal sekitar 450.
14. Minimal skor ELT/TKBI untuk daftar S3 Unpad berapa?
Program doktor umumnya meminta minimal sekitar 500.
15. Minimal skor profesi, PPDS, dan PPDGS Unpad berapa?
Profesi sekitar 450, PPDS minimal 475, dan PPDGS sekitar 450–475 tergantung program studi.
16. Apakah sertifikat ELT, TKBI, dan TKA Unpad bisa dipakai untuk tes kerja?
Bisa. Sertifikat akademik dan bahasa Inggris sering digunakan sebagai syarat administrasi dan nilai tambah rekrutmen kerja.
17. TKA PIP Unpad mirip TPA Bappenas?
Ya, cukup mirip karena sama-sama menguji verbal, numerik, logika, dan penalaran akademik.
18. ELT dan TKBI Unpad mirip TOEFL ITP?
Ya. Formatnya mirip TOEFL ITP karena menguji listening, grammar/structure, dan reading comprehension.
19. Apakah Unpad menggunakan ujian internal?
Ya. Unpad memiliki TKA internal melalui PIP Unpad serta ELT dan TKBI internal melalui Pusat Bahasa Unpad.
20. Apakah soal TKA Unpad sama dengan TPA Bappenas?
Tidak sama persis, tetapi konsep dan tipe penalarannya cukup mirip.
21. Apakah soal ELT/TKBI Unpad sama dengan TOEFL ITP?
Tidak identik, tetapi format akademiknya sangat mirip TOEFL ITP.
22. Apakah TKA dan TKBI Unpad bisa online?
Bisa. Saat ini tersedia format online, CBT, dan pelaksanaan daring resmi.
23. Berapa lama durasi TKA Unpad?
Sekitar 2,5–3 jam tergantung teknis pelaksanaan.
24. Berapa lama durasi ELT/TKBI Unpad?
Sekitar 90–120 menit.
25. Kapan hasil ELT dan TKA Unpad keluar?
Biasanya beberapa hari hingga 1 minggu kerja setelah ujian.
26. Apakah sertifikat Unpad bisa diverifikasi?
Ya. Sertifikat resmi diterbitkan langsung oleh sistem resmi Unpad dan dapat diverifikasi oleh panitia seleksi.
27. Apakah ELT, TKBI, dan TKA Unpad bisa dipakai daftar CPNS?
Tergantung instansi. Beberapa instansi menerima sertifikat bahasa Inggris dan TPA sebagai dokumen pendukung tambahan.
28. Program apa saja yang menggunakan TKA dan TKBI Unpad?
Paling umum digunakan untuk Magister Unpad, Doktor Unpad, Profesi, PPDS, PPDGS, dan SMUP Pascasarjana Unpad.
29. Apakah harus ikut kursus sebelum TKA dan ELT Unpad?
Tidak wajib, tetapi latihan logika, numerik, grammar, listening, dan reading cepat sangat membantu.
30. Apakah Unpad menerima IELTS dan Duolingo?
Ya. Unpad menerima IELTS, TOEFL, TOEP, dan Duolingo dari lembaga resmi tertentu.

Kesempatan masuk Pascasarjana Unpad tidak datang dua kali. Oleh karena itu, persiapkan diri Anda dengan program yang tepat, terarah, dan didampingi mentor berpengalaman.

👉 Daftar Kursus TKPA APO & ELT SMUP Unpad sekarang!
Kuasai strategi, latihan soal, dan pembahasan intensif dalam 30 hari.
Kelas terbatas—daftar hari ini sebelum penuh!

Siap lulus?
Klik daftar sekarang dan mulai perjalananmu menuju Unpad!

Tertarik Persiapan TKA dan ELT Unpad? Hubungi Kami