
Pemerintah siapkan alur seleksi PPPK SPPI dukung kesuksesan MBG, dengan mekanisme tes kesehatan, psikologi, dan kompetensi, guna memastikan para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia siap mengelola Program Makan Bergizi Gratis secara optimal di seluruh wilayah Indonesia.
Badan Gizi Nasional (BGN) berkolaborasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk memastikan status kepegawaian SPPI agar menjadi para kader yang terlatih mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Program MBG merupakan program unggulan Presiden dengan tujuan memperbaiki status gizi nasional, sehingga perlu dikawal dengan baik oleh kader yang terlatih. Oleh karena itu, perlu dilakukan seleksi terstruktur dengan materi pelatihan yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan loyalitas,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati dalam keterangan resmi di Jakarta pada Selasa.
Selanjutnya, SPPI bertugas dalam koordinasi kegiatan di SPPG. SPPI bertanggung jawab memastikan pengadaan MBG, mulai dari pengelolaan administrasi, proses penyediaan MBG, proses distribusi MBG, keamanan dan kualitas MBG yang didistribusikan, hingga koordinasi dengan kelompok penerima manfaat.
Baca juga: BGN: Pengangkatan PPPK MBG tak untuk seluruh pegawai-relawan di SPPG
Hidayati menjelaskan, dalam rangka memastikan status kepegawaian SPPI batch ketiga, BGN bersama Kementerian PANRB dan BKN berkolaborasi dalam penyusunan skema pengangkatan SPPI sebagai Aparatur Sipil Negara. Para SPPI tersebut telah menyelesaikan rangkaian pendidikan dan pelatihan pada bulan Juli 2025.
“Pengajuan usulan kebutuhan PPPK BGN tahap II tahun 2025 melalui mekanisme pengadaan tingkat instansi telah dilakukan BGN kepada Menteri PANRB, termasuk di dalamnya usulan pengangkatan SPPI batch III,” katanya.
Seleksi SPPI dilakukan secara ketat dan profesional di seluruh wilayah Indonesia. Rangkaian seleksi yang dijalani peserta antara lain tes kesehatan, psikologi, serta beberapa pelatihan.
Setelah melalui proses seleksi dan dinyatakan lolos, peserta akan ditempatkan di seluruh Indonesia sesuai dengan lokasi penugasan.
“Bersamaan dengan proses yang ada di Kementerian PANRB, kami juga telah mengajukan permohonan fasilitasi pelaksanaan seleksi Computer Assisted Test (CAT) kepada BKN. Nantinya, setiap peserta akan mengikuti seleksi administrasi dan seleksi kompetensi berbasis komputer. Kami berharap agar prosesnya dapat segera dilaksanakan dan berjalan dengan baik,” ucap Hida.
Ia menegaskan, BGN sangat memperhatikan kesejahteraan seluruh pegawai untuk mendukung program yang harus berjalan dengan cepat dan segera mencapai target. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja keras dan etos yang tinggi dari seluruh pegawai, sehingga kepastian status pegawai sebagai hak seluruh pegawai di BGN tidak boleh dikesampingkan.
baca juga : Kepala BKN bicara soal peran ASN PNS dan PPPK, ayo berubah!
Bukti skor dan kelulusan klien klien yang telah berhasil kami bantu kursus persiapan CPNS 2014 – 2024 dan CPPPK 2020 – 2023, FHCI BUMN, PCPM BI, PCS OJK RI, LPS RI dan lainnya bisa dicek di akun instagram @kelas_CPNS2026


