
ACEPT UGM dan TOEFL ITP perbedaannya penting diketahui bagi calon mahasiswa UGM, karena AcEPT adalah tes bahasa Inggris akademik buatan UGM untuk S1, S2, S3, dan IUP, sedangkan TOEFL merupakan tes internasional yang sering digunakan secara umum di seleksi perguruan tinggi dan beasiswa
Apa Itu ACEPT dan TOEFL UGM? Ini Penjelasan dan Perbedaannya
Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu syarat penting di lingkungan akademik, khususnya di Universitas Gadjah Mada (UGM). Untuk mengukur kemampuan tersebut, UGM menyediakan dua jenis tes yang sering membingungkan calon mahasiswa maupun mahasiswa aktif, yaitu ACEPT UGM dan TOEFL UGM (ITP).
Lalu, apa sebenarnya ACEPT dan TOEFL UGM? Apa perbedaannya, dan mana yang sebaiknya diambil?
Apa Itu ACEPT UGM?
ACEPT (Academic English Proficiency Test) adalah tes kemampuan bahasa Inggris internal UGM yang diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Universitas Gadjah Mada.
Tes ini dirancang khusus untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris akademik sivitas akademika UGM, baik untuk:
- Syarat kelulusan
- Syarat yudisium
- Syarat wisuda
- Keperluan administratif pendaftaran S1 sampai S3 ke UGM
baca juga : Perbedaan Waktu dan Materi Ujian TPA dan paps ugm
Karakteristik ACEPT:
- Berlaku khusus di lingkungan UGM
- Tidak digunakan untuk keperluan internasional
- Fokus pada kemampuan bahasa Inggris akademik dasar–menengah
Materi AcEPT UGM
Sama seperti PAPS, untuk persiapan AcEPT UGM kami juga hanya membuka kelas privat. Dengan demikian, peserta memperoleh pembelajaran yang lebih fokus dan personal. Selain itu, tempo belajar dapat disesuaikan dengan kemampuan individu sehingga proses pemahaman menjadi lebih mudah.
AcEPT versi baru terdiri dari lima bagian: listening, vocabulary, grammar, reading, dan composing. Selanjutnya, setiap bagian memiliki tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan berbeda. Karena itu, peserta harus menguasai pola soal secara menyeluruh. Oleh karena itu, program privat menjadi pilihan paling efektif untuk mencapai skor optimal.
Penjelasan Tambahan Mengenai Tes AcEPT UGM
Listening
Dalam sesi listening, terdapat beberapa model soal yang sering muncul. Misalnya, audio dapat berisi kalimat salah secara gramatikal, kalimat benar tetapi tidak efektif, atau kalimat benar namun tidak rasional. Selain itu, peserta sering terjebak pengecoh seperti ice cream vs I scream atau he’s student vs his student. Dengan demikian, perhatian penuh dan kepekaan fonetik sangat diperlukan.
Dalam sesi listening, terdapat beberapa model soal yang sering muncul. Misalnya, audio bisa menampilkan:
- Kalimat yang salah secara grammatical
- Kalimat yang benar secara gramatikal tetapi tidak efektif
- Kalimat yang benar, efektif, namun tidak rasional dalam konteks akademik
Selain itu, peserta sering terjebak pengecoh seperti kata mirip ice cream vs I scream, atau he’s student vs his student. Dengan demikian, konsentrasi dan kepekaan fonetik sangat dibutuhkan.
baca juga : apa sih bedanya paps ugm dengan tpa bappenas? coba cek diartikel ini
Strategi Penting Listening:
- Jika ada topik atau garis besar pembahasan, maka jawaban biasanya terdapat pada kalimat pertama.
- Jika menyebut angka, terkadang audio tidak mengucapkannya secara langsung; peserta harus menghitung sendiri.
- Pilih jawaban yang rasional secara akademis dengan menerjemahkan pilihan secara benar.
- Ketika audio berjalan, dengan melihat pilihan jawaban, kita bisa menebak arah pertanyaan.
Vocabulary
Pada sesi vocabulary, kosakata yang muncul sebenarnya sederhana. Namun demikian, panjangnya teks sering membuat peserta menganggap soal lebih sulit. Padahal, tugas utama peserta hanya memilih kata yang paling sesuai konteks. Karena itu, fokus pada makna global lebih efektif daripada menerjemahkan seluruh kalimat.
Grammar and Structures
Pada bagian ini, peserta diminta memilih kata yang tepat atau menentukan kalimat yang efektif. Selain itu, peserta harus mampu menghindari kalimat yang bertele-tele. Selanjutnya, peserta perlu menentukan keywords untuk memahami konteks utama kalimat.
Strategi Utama:
- Jangan terlalu fokus menerjemahkan satu per satu kata.
- Tentukan keywords yang menggambarkan konteks utama kalimat.
Reading Comprehension
Pada sesi reading, informasi bersifat global dan tidak spesifik seperti TOEFL. Dengan demikian, peserta harus membaca cepat sambil menangkap inti gagasan. Selain itu, pemahaman paragraf per paragraf menjadi kunci untuk menjawab soal dengan benar.
Composing Skills
Composing Skills berhubungan dengan penyusunan kalimat dan paragraf. Oleh sebab itu, peserta harus memahami subject, verb, object, complement, serta struktur kalimat. Dengan demikian, peserta dapat menyusun kalimat secara tepat.
Strategi Penting:
- Ketahui apakah kalimat tersebut aktif, pasif, nominal, verbal, sederhana, atau kompleks.
- Kuasai elemen dasar seperti subject, verb, object, complement, sehingga peserta dapat menyusun kalimat dengan benar.
Oleh karena itu, mengikuti kursus persiapan PAPS dan AcEPT UGM menjadi langkah strategis bagi calon mahasiswa S2 dan S3 UGM agar mampu menghadapi ujian dengan lebih percaya diri.
Apa Itu TOEFL ITP?
TOEFL ITP (Institutional Testing Program) adalah tes bahasa Inggris standar internasional yang disusun oleh ETS, dan di UGM diselenggarakan secara resmi melalui Pusat Bahasa.
TOEFL ITP sering digunakan untuk:
- Syarat beasiswa
- Syarat studi lanjut (S2/S3)
- Syarat seleksi akademik tertentu
- Dokumen pendukung non-internal
Karakteristik TOEFL ITP:
- Diakui secara luas (nasional & internasional)
- Format dan standar global
- Sertifikat lebih “kuat” secara akademik
Perbedaan ACEPT dan TOEFL UGM
1. Subtes yang Diujikan
| Aspek | ACEPT UGM | TOEFL ITP |
|---|---|---|
| Listening | ✅ | ✅ |
| Structure & Grammar | ✅ | ✅ |
| Reading | ✅ | ✅ |
| Vocabulary and Composing Skill | ✅ | ❌ |
Subtes AcEPT UGM lebih banyak dan kompleks dibandingkan TOEFL ITP
2. Jumlah Soal & Waktu Pengerjaan
| Komponen | ACEPT UGM | TOEFL ITP |
|---|---|---|
| Listening | 20 soal | 50 soal |
| Grammar | 30 soal | 40 soal |
| Reading | 25 soal | 50 soal |
| Vocabulary | 15 soal | – |
| Composing Skill | 30 menit | – |
Jumlah soal AcEPT UGM : Jumlah soal 120 dan waktu pengerjaan 100 menit sedangkan TOEFL ITP jumlah soal 140 dan pengerjaan 110 – 120 menit.
3. Sistem Penilaian Skor
| Aspek | ACEPT UGM | TOEFL ITP |
|---|---|---|
| Rentang Skor | 310–677 | 310–677 |
| Standar Internasional | ❌ | ✅ |
| Konversi Global | ❌ | ✅ |
Skor TOEFL ITP bisa dibandingkan secara luas, sedangkan skor ACEPT hanya relevan di UGM.
Mana yang Lebih Baik Diambil?
Pilihan terbaik tergantung tujuan Anda:
Pilih ACEPT UGM jika:
- Hanya untuk syarat internal UGM
- Ingin opsi lebih praktis dan relatif terjangkau
- Tidak membutuhkan sertifikat internasional
Pilih TOEFL ITP jika:
- Untuk beasiswa, studi lanjut, atau seleksi eksternal
- Ingin sertifikat yang diakui luas
- Membutuhkan skor yang bisa digunakan di luar UGM
👉 Rekomendasi umum:
Jika Anda masih mahasiswa UGM dan hanya butuh syarat kelulusan → ACEPT cukup.
Namun, jika Anda berpikir jangka panjang (beasiswa, S2, kerja, luar negeri) → TOEFL ITP jauh lebih menguntungkan.
baca juga : informasi kursus persiapan PAPs dan AcEPT UGM klik disini
Note untuk bukti kelulusan ujian (bukan testimoni) SIMAK UI Pascasarjana, PPDS & Doktoral , UUO TPA Bappenas, SMUP UNPAD, UM UGM (PAPs & AcEPT UGM), PPDS ULM Banjarmasin, PPDS Unand, PPDS UB Malang, PMB ITB, TBS Beasiswa LPDP RI, Beasiswa Kementerian Bappenas, PPMB PPDS FK Unair dan seluruh program PPDS PTN lainnya bisa dicek dibawah ini


