Warga DKI Jakarta kini memiliki peluang baru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan doktor (S3) melalui program Beasiswa Jakarta Unggul. Program yang juga dikenal publik sebagai LPDP Jakarta ini disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan skema bantuan pendidikan yang ditujukan bagi warga Jakarta berprestasi.
Landasan program tersebut adalah Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 20 Tahun 2026 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan. Pergub tersebut ditetapkan pada 3 September 2026 dan diundangkan pada 4 September 2026. Aturan ini menjadi dasar penyelenggaraan berbagai bantuan pendidikan sekaligus membuka skema baru untuk pendidikan pascasarjana.
Meskipun regulasinya sudah diterbitkan, Beasiswa Jakarta Unggul belum menjadi program pendaftaran yang dibuka pada 2026. Pemprov DKI Jakarta menargetkan program tersebut mulai dijalankan pada 2027.
Pada tahap awal, Pemprov DKI Jakarta menyampaikan target sekitar 50 sampai 75 mahasiswa untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di luar negeri. Program ini diprioritaskan bagi warga yang memiliki KTP Jakarta dan telah diterima di perguruan tinggi bereputasi.
Apa Itu Beasiswa Jakarta Unggul?
Beasiswa Jakarta Unggul merupakan program bantuan biaya pendidikan yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan akses warga Jakarta terhadap pendidikan tinggi berkualitas.
Program ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi lulusan S1 yang ingin melanjutkan pendidikan S2 maupun lulusan S2 yang ingin menempuh pendidikan S3.
Konsepnya dibuat menyerupai skema beasiswa pascasarjana seperti LPDP, dengan sasaran pendidikan di perguruan tinggi yang ditentukan pemerintah berdasarkan kebutuhan pembangunan dan sumber daya manusia.
Karena program masih dalam tahap persiapan menuju pelaksanaan 2027, ketentuan teknis mengenai pendaftaran, mekanisme seleksi, daftar perguruan tinggi, bidang studi, serta tahapan seleksi perlu menunggu pengumuman resmi pemerintah.
Syarat Beasiswa Jakarta Unggul untuk S2
Berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Pergub Nomor 20 Tahun 2026, terdapat beberapa persyaratan dasar bagi calon penerima bantuan pendidikan jenjang magister.
1. Memiliki NIK sebagai penduduk DKI Jakarta
Calon penerima harus memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai penduduk Provinsi DKI Jakarta dan berdomisili di wilayah DKI Jakarta.
Artinya, status sebagai warga Jakarta menjadi salah satu persyaratan utama untuk mengikuti program ini.
2. Lulusan D4 atau S1
Pendaftar program S2 harus sudah menyelesaikan pendidikan Diploma IV atau Sarjana (S1).
Ijazah pendidikan sebelumnya menjadi salah satu dokumen penting yang perlu disiapkan calon pendaftar.
3. Memiliki IPK minimal 3,00
Calon penerima Beasiswa Jakarta Unggul untuk jenjang S2 harus memiliki IPK paling rendah 3,00 pada skala 4,00.
Persyaratan ini menjadi salah satu kriteria akademik dasar yang perlu diperhatikan sejak awal.
4. Belum pernah menempuh pendidikan S2
Calon penerima juga dipersyaratkan belum pernah menempuh maupun menyelesaikan pendidikan magister (S2).
Dengan demikian, program ini ditujukan kepada calon mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, bukan untuk peserta yang sudah pernah mengikuti pendidikan S2.
Syarat Beasiswa Jakarta Unggul untuk S3
Selain jenjang S2, Beasiswa Jakarta Unggul juga dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan pada jenjang doktor atau S3.
Beberapa persyaratan dasarnya meliputi:
1. Warga dan berdomisili di Jakarta
Pendaftar S3 harus memiliki NIK sebagai penduduk DKI Jakarta serta berdomisili di wilayah DKI Jakarta.
2. Lulusan S2
Calon penerima beasiswa S3 harus telah menyelesaikan pendidikan magister (S2).
3. IPK minimal 3,25
Untuk jenjang doktor, batas IPK yang ditetapkan lebih tinggi dibandingkan S2, yaitu minimal 3,25 pada skala 4,00.
4. Belum pernah menempuh pendidikan S3
Pendaftar harus belum pernah menempuh maupun menyelesaikan pendidikan doktor (S3).
5. Memiliki profesi atau pengalaman kerja yang relevan
Calon penerima S3 juga harus memiliki profesi atau pengalaman kerja yang sesuai dengan program studi yang akan diambil.
Persyaratan ini menjadi salah satu perbedaan penting antara ketentuan dasar S2 dan S3 dalam Beasiswa Jakarta Unggul.
Apakah Beasiswa Jakarta Unggul Sudah Dibuka?
Belum.
Ini menjadi hal penting yang perlu diperhatikan calon pendaftar.
Per September 2026, Pemprov DKI Jakarta baru memiliki dasar regulasi untuk pelaksanaan program tersebut. Pemerintah menargetkan Beasiswa Jakarta Unggul mulai dijalankan pada 2027.
Jadi, informasi mengenai Beasiswa Jakarta Unggul yang beredar saat ini lebih tepat dipahami sebagai informasi persiapan program dan persyaratan dasar, bukan pengumuman pendaftaran yang sedang berlangsung.
Calon peserta sebaiknya menunggu pengumuman resmi Pemprov DKI Jakarta mengenai jadwal pendaftaran dan mekanisme seleksi.
Berapa Lama Masa Studi yang Dibiayai?
Pergub Nomor 20 Tahun 2026 menetapkan batas masa studi yang dapat dibiayai melalui bantuan pendidikan.
Untuk jenjang S2, pembiayaan diberikan paling lama 4 semester atau 2 tahun.
Sementara itu, untuk jenjang S3, masa studi yang dapat dibiayai paling lama 10 semester atau 5 tahun.
Ketentuan mengenai batas masa studi ini penting diperhatikan karena pemberian bantuan dapat dihentikan apabila penerima tidak dapat menyelesaikan pendidikan sesuai batas waktu yang ditetapkan.
Perguruan Tinggi dan Program Studi yang Bisa Dipilih
Beasiswa Jakarta Unggul tidak berarti seluruh perguruan tinggi dan semua program studi otomatis dapat dipilih oleh peserta.
Bidang studi yang dapat menerima bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan sumber daya manusia dan rencana pembangunan daerah Jakarta.
Daftar program studi tersebut nantinya akan ditetapkan lebih lanjut melalui Keputusan Gubernur.
Karena itu, calon peserta sebaiknya tidak hanya mempersiapkan dokumen pribadi dan akademik, tetapi juga mulai menentukan bidang studi serta perguruan tinggi yang sesuai dengan rencana pendidikan dan karier.
Apakah Seleksi Beasiswa Jakarta Unggul Akan Seperti LPDP?
Program ini memang sering disebut sebagai LPDP Jakarta karena konsepnya menyerupai LPDP.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyampaikan rencana keterlibatan LPDP dalam proses seleksi. Namun, peserta tetap perlu menunggu ketentuan teknis resmi mengenai tahapan seleksi, termasuk persyaratan dan mekanisme yang nantinya diberlakukan.
Karena pendaftaran ditargetkan mulai 2027, persiapan sejak sekarang dapat menjadi langkah penting bagi calon peserta.
Persiapan yang Bisa Dilakukan Mulai Sekarang
Meskipun pendaftaran Beasiswa Jakarta Unggul belum dibuka, calon peserta S2 dan S3 dapat mulai mempersiapkan beberapa hal.
Pertama, pastikan status kependudukan DKI Jakarta dan dokumen administrasi sudah sesuai.
Kedua, perhatikan IPK karena terdapat batas minimal 3,00 untuk S2 dan 3,25 untuk S3.
Ketiga, mulai menentukan universitas dan bidang studi yang ingin dituju.
Keempat, calon mahasiswa yang menargetkan kampus luar negeri sebaiknya mulai mempersiapkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris, terutama IELTS atau TOEFL iBT apabila menjadi persyaratan universitas tujuan.
Kelima, mulai berlatih menghadapi tes akademik dan tahapan seleksi beasiswa, termasuk kemampuan skolastik, penalaran, analisis bacaan, serta penyusunan jawaban untuk proses wawancara.
Persiapkan IELTS, TOEFL iBT dan Tes Skolastik dari Sekarang
Bagi calon penerima Beasiswa Jakarta Unggul yang menargetkan perguruan tinggi luar negeri, persiapan sebaiknya tidak dilakukan mendekati masa pendaftaran.
Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu aspek yang perlu dipersiapkan karena sejumlah universitas luar negeri memiliki persyaratan kemampuan bahasa Inggris masing-masing. Jenis tes dan skor minimum juga dapat berbeda sesuai program studi dan universitas tujuan.
Kelas Bahasa menyediakan program persiapan yang dapat digunakan untuk mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan tersebut, antara lain:
- Kursus IELTS untuk persiapan Listening, Reading, Writing, dan Speaking.
- Kursus TOEFL iBT untuk mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris akademik.
- Kelas Skolastik LPDP untuk melatih kemampuan penalaran, analisis, pemahaman bacaan, dan tipe soal skolastik yang relevan dengan persiapan beasiswa.
- Try Out dan latihan soal untuk membantu peserta mengukur kemampuan sebelum mengikuti seleksi.
Persiapan lebih awal memberikan waktu yang lebih panjang untuk mengetahui kemampuan awal, memperbaiki bagian yang masih lemah, dan membangun strategi belajar sebelum proses seleksi beasiswa dimulai.
FAQ Beasiswa Jakarta Unggul
Kapan Beasiswa Jakarta Unggul dibuka?
Beasiswa Jakarta Unggul ditargetkan mulai dijalankan pada 2027. Per September 2026, program belum memasuki tahap pendaftaran umum.
Siapa yang bisa mendaftar Beasiswa Jakarta Unggul S2?
Secara dasar, program S2 ditujukan bagi penduduk DKI Jakarta yang telah lulus D4 atau S1, memiliki IPK minimal 3,00, dan belum pernah menempuh atau menyelesaikan pendidikan S2.
Berapa IPK minimal untuk Beasiswa Jakarta Unggul S3?
Persyaratan dasar yang ditetapkan adalah IPK minimal 3,25 pada skala 4,00 untuk lulusan S2.
Apakah Beasiswa Jakarta Unggul bisa untuk kuliah luar negeri?
Program ini disiapkan untuk memberikan kesempatan warga Jakarta melanjutkan studi di perguruan tinggi bereputasi, termasuk perguruan tinggi di luar negeri. Pada tahap awal, Pemprov DKI Jakarta menargetkan sekitar 50–75 mahasiswa untuk studi di luar negeri.
Apakah Beasiswa Jakarta Unggul sudah dibuka pada 2026?
Belum. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pelaksanaan program mulai 2027.
Berapa lama pembiayaan S2 dan S3?
Batas masa studi yang ditetapkan adalah maksimal 4 semester untuk S2 dan 10 semester untuk S3.
Apa yang perlu dipersiapkan sebelum pendaftaran dibuka?
Calon peserta dapat mulai mempersiapkan dokumen kependudukan, ijazah dan transkrip, menentukan bidang studi serta universitas tujuan, mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris melalui IELTS atau TOEFL iBT, dan mulai berlatih tes skolastik.
Kesimpulan
Beasiswa Jakarta Unggul menjadi salah satu program pendidikan baru yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuka akses pendidikan pascasarjana bagi warga Jakarta.
Untuk jenjang S2, calon peserta harus memenuhi ketentuan dasar berupa status sebagai penduduk DKI Jakarta, lulusan D4/S1, IPK minimal 3,00, dan belum pernah menempuh S2. Sementara untuk S3, persyaratannya antara lain merupakan penduduk DKI Jakarta, lulusan S2 dengan IPK minimal 3,25, belum pernah menempuh S3, serta memiliki profesi atau pengalaman kerja yang sesuai dengan bidang studi.
Yang perlu digarisbawahi, pendaftaran Beasiswa Jakarta Unggul belum dibuka pada September 2026. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027 sehingga calon peserta masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.
Bagi yang membidik perguruan tinggi luar negeri, persiapan IELTS, TOEFL iBT, dan kemampuan skolastik dapat dimulai sejak sekarang agar tidak terburu-buru ketika pendaftaran resmi dibuka.
Kelas Bahasa menyediakan kursus IELTS, TOEFL iBT, serta persiapan Skolastik LPDP yang dapat menjadi bagian dari persiapan menuju seleksi beasiswa dan studi lanjut.
SEO
Focus Keyphrase: Beasiswa Jakarta Unggul
SEO Title: Syarat Beasiswa Jakarta Unggul 2027 untuk S2 dan S3
Slug: beasiswa-jakarta-unggul-s2-s3
Meta Description: Beasiswa Jakarta Unggul 2027 membuka peluang kuliah S2 dan S3 bagi warga Jakarta. Cek syarat IPK, masa studi, dan persiapan IELTS, TOEFL iBT serta skolastik.


