TKA SD 2026: Jadwal, Materi Ujian, Jumlah Soal, Contoh Soal, dan Persiapan

Tes Kemampuan Akademik atau TKA SD merupakan asesmen terstandar yang diselenggarakan untuk memperoleh gambaran mengenai capaian akademik murid pada jenjang sekolah dasar. TKA dirancang agar capaian akademik murid dapat diukur menggunakan penilaian yang lebih terstandar, sehingga hasilnya dapat memberikan informasi mengenai kemampuan akademik secara lebih objektif.

Bagi siswa kelas akhir SD/MI, TKA menjadi salah satu hal yang perlu dipahami sejak awal, terutama karena pelaksanaannya menggunakan sistem berbasis komputer. Namun, TKA bukan ujian penentu kelulusan. Artinya, mengikuti atau tidak mengikuti TKA tidak menjadi satu-satunya penentu apakah seorang murid dinyatakan lulus dari sekolah.

Lalu, apa saja yang diujikan dalam TKA SD 2026? Berapa jumlah soalnya? Kapan pelaksanaannya? Dan seperti apa contoh soal yang perlu dipelajari? Berikut pembahasan lengkapnya.

Apa Itu TKA SD?

TKA SD adalah Tes Kemampuan Akademik untuk murid jenjang SD/MI atau sederajat. Asesmen ini bertujuan memperoleh informasi capaian akademik murid melalui penilaian yang terstandar.

Berbeda dengan Asesmen Nasional yang digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai kualitas sistem pendidikan, TKA memberikan hasil kepada murid yang mengikuti tes. Pemerintah menjelaskan bahwa hasil TKA dapat memberikan informasi mengenai kekuatan dan kelemahan murid dalam bidang akademik.

Dengan demikian, TKA dapat menjadi salah satu cara untuk melihat sejauh mana kemampuan akademik siswa setelah menyelesaikan pendidikan pada jenjang SD.

Apakah TKA SD Wajib?

TKA bersifat tidak wajib. TKA bukan pengganti ujian kelulusan dan bukan penentu kelulusan siswa dari sekolah.

Meskipun demikian, mengikuti TKA dapat memberikan manfaat karena siswa memperoleh hasil asesmen akademik yang terstandar. Hasil tersebut dapat menjadi informasi tambahan bagi siswa, orang tua, maupun sekolah mengenai capaian akademik yang diperoleh.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak memandang TKA sebagai ujian yang harus ditakuti. Justru, TKA dapat dijadikan kesempatan bagi anak untuk mengenali kemampuan akademiknya sekaligus membiasakan diri menghadapi asesmen berbasis komputer.

Kapan TKA SD 2026 Dilaksanakan?

Untuk jenjang SD/MI, rangkaian TKA 2026 dimulai dengan pendaftaran pada 19 Januari–28 Februari 2026. Setelah itu, terdapat tahapan simulasi dan gladi bersih sebelum pelaksanaan utama.

Jadwal TKA SD 2026 adalah sebagai berikut:

TahapanJadwal
Pendaftaran19 Januari–28 Februari 2026
Simulasi TKA SD2–8 Maret 2026
Gladi Bersih9–17 Maret 2026
Pelaksanaan TKA SD20–30 April 2026
Pelaksanaan Susulan11–19 Mei 2026
Pengolahan Hasil20–24 Mei 2026
Pengumuman Hasil26 Mei 2026

Pelaksanaan utama TKA SD berlangsung pada 20–30 April 2026, sedangkan peserta yang memenuhi ketentuan untuk mengikuti pelaksanaan susulan mendapatkan kesempatan pada 11–19 Mei 2026.

Karena TKA SD menggunakan sistem berbasis komputer, siswa sebaiknya tidak hanya mempersiapkan materi pelajaran. Anak juga perlu dibiasakan menggunakan perangkat komputer dan mengerjakan latihan soal secara digital.

Apa Saja yang Diujikan dalam TKA SD?

Berbeda dengan jenjang SMA yang memiliki beberapa mata pelajaran pilihan, TKA SD hanya menguji dua mata pelajaran utama, yaitu:

  • Bahasa Indonesia
  • Matematika

Informasi resmi Pusat Asesmen Pendidikan menyebutkan bahwa mata pelajaran TKA untuk SD/MI dan SMP/MTs adalah Bahasa Indonesia dan Matematika.

Dengan hanya dua mata ujian utama, persiapan siswa dapat dilakukan secara lebih fokus. Namun, bukan berarti materi yang dipelajari sedikit. Kedua mata pelajaran tersebut mencakup kemampuan literasi dan numerasi yang membutuhkan pemahaman, penalaran, serta kemampuan menerapkan konsep.

Berapa Jumlah Soal TKA SD 2026?

Pada pelaksanaan TKA SD 2026, terdapat 30 soal Matematika dan Numerasi dengan waktu pengerjaan 75 menit.

Pada hari berikutnya, siswa mengerjakan 30 soal Bahasa Indonesia dan Literasi dengan waktu 75 menit.

Dengan demikian, total terdapat 60 soal TKA SD untuk dua mata ujian utama.

Strukturnya dapat dilihat berikut:

Mata UjianJumlah SoalWaktu
Matematika dan Numerasi30 soal75 menit
Bahasa Indonesia dan Literasi30 soal75 menit
Total60 soal150 menit

Selain sesi TKA, terdapat komponen lain dalam rangkaian pelaksanaan, seperti Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar). Komponen tersebut berbeda dengan mata ujian TKA utama.

Materi TKA SD Bahasa Indonesia dan Literasi

Materi Bahasa Indonesia pada TKA SD tidak sekadar meminta siswa menghafalkan teori bahasa. Kemampuan yang lebih penting adalah memahami bacaan dan informasi yang terdapat di dalam teks.

Siswa perlu terbiasa untuk:

  • menemukan informasi dalam bacaan;
  • memahami makna kata berdasarkan konteks;
  • menentukan ide pokok;
  • menemukan informasi penting;
  • memahami hubungan antar informasi;
  • membuat simpulan;
  • memahami pesan dalam teks;
  • membandingkan informasi; dan
  • menggunakan informasi dari bacaan untuk menjawab pertanyaan.

Oleh karena itu, kebiasaan membaca sangat membantu persiapan TKA SD.

Orang tua dapat membiasakan anak membaca cerita pendek, artikel anak, teks informasi, atau bacaan pengetahuan umum. Setelah membaca, anak dapat diminta menjelaskan kembali isi bacaan dengan kata-katanya sendiri.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi sekaligus melatih anak memahami informasi.

Materi TKA SD Matematika dan Numerasi

Matematika dan Numerasi merupakan mata ujian kedua.

Pada bagian ini, siswa tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kemampuan numerasi berkaitan dengan bagaimana siswa menggunakan konsep matematika untuk memahami dan menyelesaikan masalah.

Beberapa kemampuan yang perlu diperkuat antara lain:

  • operasi bilangan;
  • pecahan;
  • desimal;
  • perbandingan;
  • pengukuran;
  • bangun datar;
  • bangun ruang;
  • data dan tabel;
  • pola bilangan;
  • serta pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Soal numerasi juga dapat disajikan dalam bentuk cerita. Karena itu, siswa harus mampu membaca informasi sebelum melakukan perhitungan.

Seperti Apa Bentuk Soal TKA SD?

Soal TKA SD dirancang untuk mengukur kemampuan akademik sesuai karakteristik peserta didik jenjang sekolah dasar.

Peserta tidak hanya berhadapan dengan soal hitungan langsung. Sebagian soal dapat menggunakan stimulus berupa teks, tabel, gambar, data, atau situasi tertentu yang harus dipahami terlebih dahulu.

Inilah alasan mengapa latihan soal sangat penting. Anak perlu terbiasa membaca pertanyaan dengan teliti, memahami informasi, kemudian menentukan cara penyelesaian.

Contoh Soal TKA SD Bahasa Indonesia

Soal:

Bacalah teks berikut!

Setiap pagi, Rani membantu ibu menyiram tanaman di halaman rumah. Ia juga membersihkan daun-daun kering yang jatuh. Rani senang merawat tanaman karena halaman rumah menjadi lebih bersih dan indah.

Apa alasan Rani senang merawat tanaman?

A. Karena Rani ingin bermain di halaman
B. Karena halaman menjadi lebih bersih dan indah
C. Karena ibu meminta Rani bermain
D. Karena Rani tidak mempunyai kegiatan lain

Jawaban: B

Pembahasan:

Dalam teks disebutkan bahwa Rani senang merawat tanaman karena halaman rumah menjadi lebih bersih dan indah. Jadi, jawaban yang tepat adalah B.

Contoh tersebut terlihat sederhana, tetapi kemampuan memahami informasi dari bacaan merupakan bagian penting dari literasi.

Contoh Soal TKA SD Matematika

Soal:

Ibu membeli 3 kotak pensil. Setiap kotak berisi 8 pensil. Berapa jumlah seluruh pensil yang dibeli Ibu?

A. 11 pensil
B. 16 pensil
C. 24 pensil
D. 32 pensil

Jawaban: C. 24 pensil

Pembahasan:

Jumlah kotak = 3.

Setiap kotak berisi 8 pensil.

Maka:

3 × 8 = 24

Jadi, jumlah seluruh pensil adalah 24 pensil.

Contoh Soal Numerasi TKA SD

Soal:

Sebuah kelas memiliki 30 siswa. Sebanyak 18 siswa membawa bekal dari rumah. Berapa siswa yang tidak membawa bekal?

A. 10 siswa
B. 12 siswa
C. 14 siswa
D. 16 siswa

Jawaban: B. 12 siswa

Pembahasan:

Jumlah seluruh siswa = 30.

Siswa yang membawa bekal = 18.

Maka:

30 − 18 = 12 siswa

Jadi, terdapat 12 siswa yang tidak membawa bekal.

Apa yang Perlu Dipersiapkan untuk TKA SD?

Persiapan TKA SD sebaiknya tidak dilakukan dengan cara membuat anak belajar berjam-jam setiap hari. Untuk anak usia sekolah dasar, pembelajaran justru perlu dilakukan secara bertahap, menyenangkan, dan konsisten.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan.

1. Biasakan Membaca

Kemampuan membaca merupakan dasar untuk mengerjakan soal Bahasa Indonesia dan juga membantu memahami soal Matematika yang berbentuk cerita.

2. Latihan Numerasi

Biasakan anak menyelesaikan masalah matematika sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya menghitung uang kembalian, membandingkan jumlah barang, menghitung waktu, membaca tabel, atau menentukan ukuran.

3. Gunakan Latihan Soal

Latihan soal membantu anak mengenali bentuk pertanyaan dan membangun rasa percaya diri.

4. Biasakan Menggunakan Komputer

Karena TKA diselenggarakan berbasis komputer, anak sebaiknya terbiasa menggunakan mouse, keyboard, memilih jawaban, melakukan scroll, dan membaca soal melalui layar.

5. Jangan Hanya Mengejar Nilai

Yang paling penting adalah memahami konsep. Anak yang memahami konsep akan lebih mudah menghadapi soal dengan bentuk yang berbeda.

Apa Manfaat Mengikuti TKA SD?

Meskipun tidak menentukan kelulusan, mengikuti TKA dapat memberikan beberapa manfaat.

Pertama, siswa memperoleh gambaran mengenai capaian akademiknya melalui asesmen yang terstandar.

Kedua, hasil tersebut dapat membantu orang tua dan guru mengetahui bagian akademik yang sudah dikuasai maupun yang masih perlu diperkuat.

Ketiga, anak mendapatkan pengalaman mengikuti asesmen berbasis komputer.

Keempat, siswa dapat belajar mengatur waktu ketika mengerjakan soal.

Kelima, TKA dapat menjadi pengalaman awal bagi anak dalam menghadapi bentuk asesmen yang lebih terstruktur pada jenjang pendidikan berikutnya.

Pemerintah sendiri menjelaskan bahwa salah satu tujuan TKA adalah memberikan informasi kepada murid mengenai kekuatan dan kelemahan dalam bidang akademik.

Tips Belajar TKA SD agar Anak Tidak Mudah Bosan

Belajar untuk TKA SD tentu berbeda dengan belajar untuk siswa SMA. Anak SD membutuhkan pendekatan yang lebih ringan dan menyenangkan.

Orang tua dapat membagi waktu belajar menjadi sesi pendek. Misalnya, anak mengerjakan beberapa soal Bahasa Indonesia, kemudian beristirahat sebelum melanjutkan Matematika.

Gunakan pula soal yang memiliki konteks kehidupan sehari-hari. Misalnya soal tentang uang, waktu, makanan, permainan, perjalanan, atau kegiatan di sekolah.

Dengan cara tersebut, anak tidak merasa bahwa belajar TKA hanya berupa menghafalkan soal.

Yang paling penting adalah konsistensi. Belajar 20–30 menit secara rutin dapat lebih efektif daripada memaksa anak belajar berjam-jam hanya sehari sebelum ujian.

Kursus Persiapan TKA SD

Bagi orang tua yang ingin memberikan persiapan lebih terarah, Kelas Bahasa menyediakan program kursus persiapan TKA SD yang dirancang untuk membantu siswa memahami materi dan terbiasa mengerjakan latihan soal.

Program dapat difokuskan pada dua kemampuan utama, yaitu:

  • Bahasa Indonesia dan Literasi
  • Matematika dan Numerasi

Pembelajaran dapat dilengkapi dengan materi dasar, latihan soal, pembahasan, simulasi, serta Try Out.

Kelas dapat menjadi pilihan bagi siswa yang membutuhkan pendampingan tambahan di luar pembelajaran sekolah maupun bagi orang tua yang ingin memberikan program belajar yang lebih terstruktur.

Selain kursus, tersedia pula paket soal TKA SD yang dapat digunakan untuk latihan mandiri bersama orang tua di rumah.

Dengan latihan yang dilakukan secara bertahap, anak dapat menjadi lebih terbiasa membaca soal, memahami informasi, melakukan perhitungan, dan menentukan jawaban dengan lebih percaya diri.

Kesimpulan

TKA SD 2026 merupakan asesmen terstandar yang dirancang untuk memberikan gambaran mengenai capaian akademik siswa pada jenjang sekolah dasar. Berbeda dengan TKA SMA, pada jenjang SD hanya terdapat dua mata ujian utama, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika.

Masing-masing mata ujian terdiri dari 30 soal dengan waktu pengerjaan 75 menit, sehingga secara keseluruhan terdapat 60 soal untuk dua mata ujian utama.

Pelaksanaan utama TKA SD 2026 dijadwalkan pada 20–30 April 2026, dengan pelaksanaan susulan pada 11–19 Mei 2026.

TKA tidak menentukan kelulusan siswa. Namun, mengikuti asesmen ini dapat memberikan pengalaman dan informasi mengenai kemampuan akademik anak. Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan secara bertahap melalui membaca, latihan numerasi, mengerjakan soal, membiasakan diri menggunakan komputer, dan melakukan simulasi.

Bagi siswa yang membutuhkan pendampingan tambahan, kursus dan paket soal TKA SD dapat menjadi pilihan untuk membuat proses persiapan lebih terarah dan menyenangkan.