
Pendaftaran PPDS Universitas Gadjah Mada 2026 menjadi salah satu informasi yang banyak dicari oleh dokter umum yang ingin melanjutkan pendidikan dokter spesialis. Universitas Gadjah Mada melalui Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan setiap tahun membuka seleksi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dengan berbagai bidang spesialis yang diminati. Oleh karena itu, calon peserta perlu mengetahui jadwal pendaftaran, syarat administrasi, serta tahapan seleksi PPDS Universitas Gadjah Mada secara lengkap sebelum mendaftar.
| No. | Berkas Pendaftaran | Format File |
|---|---|---|
| 1 | Ijazah/sertifikat profesi | Softcopy *pdf |
| Spesialis: Ijazah S1 kedokteran dan ijazah/sertifikat profesi dokter dikeluarkan oleh universitas. | ||
| Subspesialis: ijazah/sertifikat profesi dokter dan ijazah/sertifikat profesi dokter spesialis dikeluarkan oleh universitas. | ||
| 2 | Transkrip Nilai | Softcopy *pdf |
| Spesialis: | ||
| Transkrip asli S1 dan Dokter dengan IPK | ||
| a) ≥ 2,50 dalam skala 4 atau setara, untuk pendaftar lulusan program studi terakreditasi A, atau; | ||
| b) ≥ 2,75 dalam skala 4 atau setara, untuk pendaftar lulusan program studi terakreditasi B, atau; | ||
| c) ≥ 3,00 dalam skala 4 atau setara, untuk pendaftar lulusan program studi terakreditasi C. | ||
| Perhitungan IPK = Jumlah nilai (S1+Profesi) / jumlah SKS (S1 + Profesi) | ||
| (tidak berlaku Transkrip dengan nilai konversi). | ||
| Subspesialis: | ||
| Transkrip asli dokter spesialis, IPK ≥ 3,00 dalam skala 4 atau setara, untuk pendaftar lulusan program studi terakreditasi A / B. | ||
| 3 | Sertifikat akreditasi | Softcopy *pdf |
| Sertifikat akreditasi program studi asal (S1+profesi) yang masih berlaku saat ini. Program Studi yang akreditasinya sedang dalam proses perpanjangan, dibuktikan dengan tanda terima penyerahan borang akreditasi ke BAN PT/LamPTKes. Spesialis: Akreditasi prodi S1 dan Profesi dokter Subspesialis: Akreditasi prodi profesi dokter dan spesialis | ||
| 4 | Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris: | Softcopy *pdf |
| a. AcEPT dengan nilai/skor minimal 209 atau; | ||
| b. TOEP PLTI dengan nilai/skor minimal 45 atau 450 | ||
| masa berlaku maksimum 2 tahun setelah tanggal dikeluarkannya sertifikat. Sertifikat yang diakui hanya yang diselenggarakan oleh UGM dan PLTI. | ||
| Contoh sertifikat dapat dilihat di web Admissions.ugm.ac.id | ||
| 5 | Sertifikat Tes Potensi : | Softcopy *pdf |
| a. PAPs UGM dengan nilai/skor minimal 500 atau; | ||
| b. TPDA PLTI dengan nilai/skor minimal 500 | ||
| masa berlaku maksimum 2 tahun setelah tanggal dikeluarkannya sertifikat. Sertifikat yang diakui hanya yang diselenggarakan oleh UGM dan PLTI. | ||
| Contoh sertifikat dapat dilihat di web Admissions.ugm.ac.id | ||
| 6 | Sertifikat Kompetensi/Surat rekomendasi | Softcopy *pdf |
| Spesialis: | ||
| Sertifikat Kompetensi dari Kolegium Dokter Primer Indonesia dan nilai ujian kompetensi berlaku untuk lulusan dokter mulai tahun 2007 (file dijadikan satu) | ||
| Subspesialis: | ||
| Surat rekomendasi dari masing-masing kolegium dokter spesialis atau dari kolegium dokter spesialis konsultan atau sertifikat kompetensi dari masing-masing kolegium dokter spesialis yang masih berlaku | ||
| 7 | Surat Tanda Registrasi (STR) | Softcopy *pdf |
| Spesialis dan Subspesialis: Fotokopi STR yang masih berlaku | ||
| 8 | Surat rekomendasi online perseorangan | Diisi pada sistem Admissions.ugm.ac.id |
| Rekomendasi yang bersifat rahasia dari 2 (dua) orang yang mengenal calon mahasiswa pada jenjang pendidikan sebelumnya. Dosen Pembimbing Akademik dan/atau orang lain yang dianggap berwenang, misalnya atasan tempat kerja calon mahasiswa, sejawat. Surat rekomendasi akan diisi dalam sistem admissions.ugm.ac.id, silahkan mengikuti tahapan pendaftaran dalam sistem tersebut hingga sampai pada tahap surat rekomendasi online perseorangan. Isikan email pemberi rekomendasi dengan teliti. Tautan akan secara otomatis terkirim kepada pemberi rekomendasi melalui email. | ||
| 9 | Proyeksi keinginan | Softcopy *pdf |
| Proyeksi keinginan calon dalam mengikuti program pendidikan yang berisi alasan, harapan, rencana penelitian dan rencana setelah selesai pendidikan (format dapat diunduh) | ||
| Download Form | ||
| 10 | Surat keterangan pengalaman klinik | Softcopy *pdf |
| Spesialis, surat keterangan: | ||
| a. selesai PTT atau; | ||
| b. pengalaman klinik minimal 1 tahun atau; | ||
| c. selesai internship. | ||
| NB : Khusus Program Studi berikut ini, Surat Keterangan Pengalaman Klinik di luar kewajiban internship, yang dibuktikan dengan lampiran surat keterangan pengalaman kerja yaitu program studi : | ||
| · Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (pengalaman klinik minimal 1 tahun). | ||
| · Spesialis Obstetri dan Ginekologi (pengalaman klinik minimal 1 tahun). | ||
| · Spesialis Penyakit Dalam (pengalaman klinik minimal 1 tahun). | ||
| · Spesialis THT-BKL (pengalaman klinik minimal 1 tahun). | ||
| · Spesialis Ilmu Kesehatan Mata (pengalaman klinik minimal 1 tahun). | ||
| · Spesialis DVE (pengalaman klinik minimal 1 tahun). | ||
| Subspesialis: | ||
| Surat keterangan selesai program pendayagunaan dokter spesialis (dahulu dikenal sebagai WKDS) atau pengalaman klinik minimal 1 tahun dalam pelayanan (syarat khusus dapat dilihat di Program Studi Subspesialis masing-masing). | ||
| 11 | Surat keterangan beasiswa (bila ada) | Softcopy *pdf |
| Untuk peserta kemitraan melampirkan surat pengiriman dan surat kesanggupan membayar dari instansinya. | ||
| Naskah Perjanjian Kerja Sama ditandatangani setelah calon diterima sebagai mahasiswa. | ||
| 12 | Surat izin/tugas belajar dari instansi tempat kerja bagi pendaftar yang sudah bekerja | Softcopy *pdf |
| Download Form | ||
| 13 | Surat Pernyataan Diri | Softcopy *pdf |
| Download Form | ||
| 14 | Surat Pernyataan Keaslian Dokumen | Softcopy *pdf |
| Download Form |
Pertanyaan mengenai syarat umum dapat menghubungi hotline pascasarjana-ppds: 0811-2574-447 atau email: ppds.fk@ugm.ac.id
(chat only pada hari dan jam kerja).
Persyaratan Khusus
| No | Program Studi | Syarat Khusus |
|---|---|---|
| 1 | Ilmu Bedah | 1. Menyerahkan copy sertifikat ATLS dan ACLS yang masih berlaku. |
| 2. Mengkuti tes fungsi kognitif (Neurobehavior) | ||
| 3. Surat keterangan bebas buta warna dari dokter spesialis mata. | ||
| 4. Calon peserta didik dari institusi wajib memiliki surat izin untuk mengikuti PPDS dan surat pernyataan akan kembali ke institusinya dengan tanda tangan di atas materai. | ||
| 5. Jika calon peserta didik pernah menjalani pendidikan spesialis di tempat lain, mohon dibuat surat keterangan asal sekolah, periode, dan nama Ketua Program Studi Spesialis tersebut. | ||
| 2 | Penyakit Dalam | 1. Batas mengikuti ujian maksimal 2 (dua) kali, apabila tidak lulus mohon mendaftar program studi yang lain. |
| 2. Apabila dari utusan daerah (Tubel) atau kerjasama akan mengajukan untuk mengikuti ujian yang ketiga, maka harus menyertakan surat permohonan dan melampirkan MoU dari instansi atau rumah sakit yang menugaskan. Surat ditujukan kepada Ketua Program Studi (Ketua Program Studi berhak memutuskan atau menolak permohonan tersebut). | ||
| 3. STR dokter umum masih berlaku 1 tahun pada waktu diterima menjadi peserta PPDS 1 Penyakit Dalam. | ||
| 4. Apabila diterima menjadi peserta didik PPDS 1 Penyakit Dalam, maka pada semester 1 wajib merubah dari STR dokter umum menjadi STR Pendidikan. | ||
| 5. Mengikuti ujian Spesialis minimal 1 tahun setelah intership dan 1 tahun bekerja di Rumah Sakit/Klinik. | ||
| 3 | Orthopaedi dan Traumatologi | 1. Calon peserta mendaftar terlebih dahulu melalui Kolegium Orthopaedi dan Traumatologi, bukti pendaftaran dilampirkan dalam berkas yang dikirim ke peserta dengan alamat website: https://indonesia-orthopaedic.org/ pada menu Colege – Registration. |
| 2. Mengisi Form Biodata sesuai dengan format. | ||
| Download form | ||
| 3. Melampirkan copy sertifikat ATLS. | ||
| 4 | Urologi | Calon PPDS tidak melamar lebih dari 2 (dua) kali di semua Program Studi Urologi di Indonesia. |
| 5 | Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok, Bedah Kepala dan Leher | 1. Batas mengikuti ujian PPDS Ilmu Kesehatan THT-BKL maksimal 2 (dua) kali, apabila tidak lulus dimohon mendaftar program studi yang lain. |
| 2. Surat Keterangan Pengalaman Klinik minimal 1 tahun di luar kewajiban internship, yang dibuktikan dengan lampiran surat keterangan pengalaman kerja. | ||
| 6 | Jantung dan Pembuluh Darah | 1. Menyerahkan fotocopy sertifikat ACLS. |
| 2. Mengisi Form Biodata melalui SIA Kardiologi (Akses akun menghubungi 0812-3970-9445). | ||
| Download form | ||
| 3. Memiliki pengalaman klinik ≥1 tahun di luar internship (dibuktikan dengan surat keterangan kerja). | ||
| 4. Melampirkan portofolio: | ||
| a. Ilmiah: Sertifikat seminar/workshop/simposium PERKI atau UGM, bukti publikasi jurnal ilmiah. | ||
| b. Klinik: Logbook kasus 1 tahun terakhir yang divalidasi atasan dengan cap basah. | ||
| 5. Maksimal mengikuti ujian PPDS di Prodi Jantung dan Pembuluh Darah UGM adalah 3 (tiga) kali. | ||
| 6. Tidak sedang mengikuti seleksi PPDS di program studi lain maupun di universitas lain. | ||
| 7. Melampirkan rekomendasi tempat kembali dengan bukti pendukung. | ||
| Mekanisme Seleksi: | ||
| Seleksi 1: Tes Akademik, Jurnal Reading, & Pemeriksaan Kesehatan. | ||
| Seleksi 2: Wawancara (dijadwalkan ulang minggu berikutnya). | ||
| Informasi lebih lanjut silakan menghubungi 0813-1200-0301 | ||
| 7 | Obstetri dan Ginekologi | 1. Surat Keterangan Pengalaman Klinik minimal 1 tahun di luar kewajiban internship, yang dibuktikan dengan lampiran surat keterangan pengalaman kerja. |
| 2. Salinan Kartu Keluarga yang memuat data diri dan suami/istri. | ||
| 3. Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP). | ||
| 4. Melampirkan sertifikat penghargaan/presentasi/jurnal/ buku yang pernah ditulis (apabila ada). | ||
| 5. Mengisi Daftar Riwayat Hidup. | ||
| Download form | ||
| 6. Peserta boleh mendaftar maksimal sebanyak 4 (empat) kali, termasuk di PPDS Obgin Universitas lain. | ||
| 7. Tidak sedang menempuh seleksi PPDS di Universitas lain pada periode yang sama. | ||
| 8. Selain mengisi proyeksi keinginan sesuai dengan template, apabila mempunyai proyeksi tempat bekerja setelah lulus dan mempunyai status kepegawaian pada suatu institusi dapat melampirkan dokumen pendukung. | ||
| 9. Pendaftar Kiriman Daerah melampirkan: | ||
| a. SK pegawai (PNS, BLUD, PPPK) atau SK program khusus pemerintah pusat/daerah (telah selesai Nusantara sehat, dll.) | ||
| b. Surat izin dan rekomendasi mengikuti pendidikan termasuk keterangan penempatan dari Dinas Kesehatan terkait dan Pemerintah daerah terkait | ||
| c. Surat izin dan rekomendasi dari BKD bagi PNS dan PPPK sesuai ketentuan. | ||
| d. Surat izin mengikuti pendidikan dan rekomendasi penempatan dari Direktur RSUD apabila sudah bekerja di RSUD tersebut atau surat rekomendasi penempatan dari Direktur RSUD apabila belum bekerja di RSUD yang dimaksud. | ||
| e. Surat Rekomendasi Ketua KSM Obgin atau SpOG (apabila telah ada SpOG) pada RSUD yang akan ditempati setelah lulus. | ||
| f. Dokumen beasiswa (apabila ada). | ||
| 10. Mengikuti tes neurobehavior yang dikoordinir oleh program studi. | ||
| 11. Pemeriksaan laboratorium skrining HBsAg dan HIV yang dikoordinir oleh program studi. | ||
| 8 | Kedokteran Keluarga Layanan Primer (Sp.KKLP) | 1. Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Ruhani dari Rumah Sakit Pemerintah. |
| 2. Surat Keterangan Bebas Penggunaan NAPZA (Narkotik, Psikotropik, dan Zat Adiktif lain), dari Rumah Sakit Pemerintah. | ||
| 3. Surat Keterangan Kelakukan Baik (SKKB) dari setingkat Kepolisian Resort Kota (Polresta). | ||
| 4. Khusus bagi calon pendaftar yang berasal dari instansi TNI dan POLRI Surat Keterangan Kelakukan Baik (SKKB) yang dikeluarkan dari kesatuan masing-masing yang telah dilegalisasi. | ||
| 5. Bagi yang telah melaksanakan PTT wajib melampirkan fotocopy SK. Pengangkatan dan Penempatan PTT serta Surat Keterangan Selesai Masa Bakti dari Kementerian Kesehatan. | ||
| 6. Bagi Pegawai Negeri Sipil wajib melampirkan fotocopy SK Calon PNS (80%) dan SK Pengangkatan PNS (100%). | ||
| 7. Bagi pendaftar yang berasal dari TNI dan POLRI wajib melampirkan fotocopy Surat Perintah (Sprin) Pertama dan Surat Perintah (Sprin) Terakhir. | ||
| 8. Bagi pendaftar yang dikirim oleh instansi pemerintah atau swasta, wajib melampirkan surat keterangan/ pernyataan jaminan pembiayaan dari instansi yang mengirim. | ||
| 9. Melampirkan sertifikat kongres/seminar/ pertemuan ilmiah/kursus dan penelitian dalam bidang keilmuan di layanan primer yang pernah diikuti. | ||
| 10. Tidak sedang menempuh seleksi PPDS dan Program Kedokteran Keluarga Layanan Primer di Universitas lain pada periode yang sama, dan tidak sedang menjadi peserta PPDS-I atau menjadi peserta didik di Program Studi manapun di Universitas yang dituju. | ||
| 11. Mengikuti tes neurobehavior yang diadakan oleh program studi. | ||
| 12. Mengikuti tes laboratorium skrining HBsAg dan HIV yang diselenggarakan oleh program studi. | ||
| 9 | Anestesiologi dan Terapi Intensif | Teknis wawancara dilaksanakan oleh peserta secara offline beserta pendamping secara online pada hari yang sama. |
| 1. Bagi yang sudah menikah, pendamping : istri/suami. | ||
| 2. Bagi yang belum menikah, pendamping : orang tua. | ||
| 10 | Patologi Klinik | 1. Batas mengikuti ujian seleksi maksimal 2 (dua) kali. |
| 2. Mendapatkan minimal 1 (satu) surat rekomendasi dari Konsulen UGM/Alumni UGM/Anggota PDS PatKLIn tempat asal (format surat rekomendasi dapat dibuat sendiri). | ||
| 11 | Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular | 1. Telah selesai menjalani internship. |
| 2. Mempunyai pengalaman kerja klinis setelah internship. | ||
| 3. Mempunyai sertifikat ATLS dan ACLS yang masih berlaku. | ||
| 4. Melaksanakan pemeriksaan tes psikiatri dan tes psikologi yang diselenggarakan oleh program studi (dengan biaya sendiri oleh peserta). | ||
| 5. Mempunyai pengalaman di bidang Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular (sebagai asisten, magang, publikasi, seminar). | ||
| 6. Belum bisa menerima lulusan Sp.B. | ||
| 7. Batas mengikuti ujian seleksi maksimal 2 (dua) kali. | ||
| 12 | Neurologi | 1. Batas mengikuti ujian seleksi maksimal 3 (tiga) kali. |
| 2. Salinan Kartu Keluarga yang memuat data diri dan suami/istri . | ||
| 3. Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sendiri dan salah satu wali calon peserta seleksi. | ||
| 4. Pelaksanaan Ujian Wawancara wajib beserta Wali (Orang Tua/ Mertua, Suami/ Isteri, Saudara Kandung) calon peserta seleksi. | ||
| 5. Mengikuti Tes Memori/ Tes Behavior dengan mendaftar mandiri di Klinik Memori RSUP Dr. Sardjito yang dijadwalkan oleh Program Studi Neurologi. | ||
| 6. Mendapatkan minimal 1 (satu) surat rekomendasi dari Konsulen/ Alumni/ Anggota PERDOSNI tempat asal (format surat rekomendasi dapat dibuat sendiri). | ||
| 7. Tidak sedang menempuh pendidikan maupun mengikuti seleksi PPDS di Universitas lain pada periode yang sama. | ||
| 8. Surat izin mengikuti pendidikan dan rekomendasi penempatan dari Instansi bekerja apabila sudah bekerja tetap (ASN/ Non ASN) di Instansi tersebut atau surat rekomendasi penempatan dari Pimpinan Instansi apabila belum bekerja tetap di Instansi yang dimaksud. | ||
| 13 | Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik | 1. Sertifikat ACLS dan ATLS yang masih berlaku. |
| 2. Mengikuti tes pemeriksaan psikiatri jenis tes MMPI Advance dan FGD yang diselenggarakan oleh Program Studi (dengan biaya sendiri oleh peserta). | ||
| 3. Calon peserta didik dari institusi wajib memiliki surat pernyataan akan kembali ke institusinya. | ||
| 4. Surat tempat kembali bertugas (tanda tangan diatas materai) | ||
| 5. Dokumen yang membuktikan status sebagai PNS/PPPK/TNI/Polri, atau penerima Tubel. | ||
| 6. Surat keterangan bebas buta warna (oleh Spesialis Mata). | ||
| 7. Surat pernyataan dengan format terlampir berikut : https://ugm.id/suratpernyataanBPRE | ||
| a. Surat pernyataan belum pernah gagal seleksi di Kolegium Bedah Plastik Indonesia lebih dari 2 (dua) kali. | ||
| b. Surat pernyataan tidak pernah diberhentikan dari program pendidikan dokter spesialis lain. | ||
| c. Surat pernyataan suami/istri/orang tua penanggung biaya pendidikan, (tanda tangan diatas materai). | ||
| 8. Calon peserta hanya boleh mendaftar maksimal 2 (dua) kali pada program studi Spesialis Ilmu Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik FK-KMK UGM. | ||
| 9. Jika calon peserta didik pernah menjalani pendidikan spesialis di tempat lain, mohon dibuat surat keterangan asal sekolah, periode, dan nama Ketua Program Studi Spesialis tersebut. | ||
| 14 | Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal | Batas mengikuti ujian seleksi maksimal 2 (dua) kali. |
| 15 | Radiologi | 1. Surat Rekomendasi online dengan prioritas berasal dari : a. Dokter Spesialis Radiologi dari Instansi asal/Instansi tujuan setelah lulus/di daerah tempat tinggal pendaftar. b. Atasan langsung saat ini/terakhir bekerja c. Dosen pembimbing akademik sebelumnya. |
| 2. Surat Rekomendasi tidak diperkenankan berasal dari staf pengajar Departemen Radiologi FK KMK UGM. | ||
| 3. Batas mengikuti ujian masuk maksimal 3 (tiga) kali. | ||
| 16 | Ilmu Kesehatan Mata | 1. Pengalaman kerja klinis minimal 1 tahun (diluar internship) dibuktikan dengan surat keterangan kerja dari instansi terkait |
| 2. skrining kesehatan meliputi HIV dan Hepatitis bagi peserta seleksi yang lolos tahap 2 di prodi. | ||
| 17 | Dermatologi, Venereologi dan Estetika | 1. Pengalaman bekerja minimal 1 tahun (tidak termasuk internship) |
| 2. Tidak sedang dalam proses pendaftaran di IPDS lain. | ||
| 3. Mengisi CV Lengkap sesuai dengan format. | ||
| Download form | ||
| 4. Pendaftar program kemitraan melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan, SK kepegawaian, dan SK hibah. | ||
| 5. Surat bebas narkoba 6 parameter. | ||
| 6. Surat pernyataan bersedia mengikuti pendidikan sampai selesai. | ||
| 7. Surat pernyataan tidak sedang terdaftar atau mendaftar pada program PPDS lain di seluruh Indonesia (bermaterai) sesuai dengan format. | ||
| Download form | ||
| 8. Tidak sedang menjalani ikatan dinas/kontrak dengan institusi lain yang dapat mengganggu jalannya pendidikan. | ||
| 9. Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat dari program PPDS lain. | ||
| 10. Menyatakan kesanggupan mematuhi seluruh peraturan prodi/universitas. | ||
| 11. Surat pernyataan kebenaran data. | ||
| 12. Peserta dengan jalur kemitraan mengisi format terlampir. | ||
| 13. Surat bebas napza dikeluarkan oleh SpKJ, tidak harus dari RS Sardjito. | ||
| Download form | ||
| 18 | Ilmu Kesehatan Anak | Calon peserta didik tidak sedang terdaftar atau dalam proses pendaftaran pada program studi PPDS di universitas lain maupun pada program Hospital Based PPDS. |
| 19 | Bedah Saraf | 1. Mengikuti tes Assesssment yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UGM, melalui koordinasi dengan Program Studi. |
| 2. Melakukan Tes Mata Stereoskopik di RS yang menyelenggarakan. | ||
| 3. Menyerahkan Rekomendasi dari Pemerintah Daerah dan Rumah Sakit tempat Calon akan kembali | ||
| sebagai rangkaian kelengkapan syarat setelah dinyatakan lolos verifikasi administrasi. No Kontak Admin Prodi: 0853-2534-3737 dan email: bedahsarafjogja@gmail.com |
Pertanyaan mengenai syarat khusus dapat menghubungi prodi masing-masing.
Masa Usia Pendidikan
| No.. | Program Studi | Lama Pendidikan (semester) | Batas Usia (dihitung saat mulai pendidikan) | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Ilmu Kesehatan Anak | |||
| Spesialis Ilmu Kesehatan Anak | 8 | 35,0 th | ||
| Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak | 4 | 45,0 th | Untuk usia lebih dari 45,0 th ada rekomendasi khusus dari Direktur Rumah Sakit | |
| 2 | Ilmu Bedah | |||
| Spesialis Ilmu Bedah | 8 | 35,0 th | ||
| Subspesialis Ilmu Bedah | 4 | 45,0 th | Minat Bedah Onkologi: khusus untuk staf pengajar dari Pusat Pendidikan Spesialis Bedah maksimal 50 th | |
| 3 | Penyakit Dalam | |||
| Spesialis Penyakit Dalam | 8 | 35,0 th | ||
| Subspesialis Penyakit Dalam | ||||
| Subspesialis – Hematologi dan Onkologi Medik | 6 | 45,0 th | Untuk usia lebih dari 45,0 th ada rekomendasi khusus dari Direktur Rumah Sakit | |
| Subspesialis-Gastroenterologi dan Hepatologi | 6 | 45,0 th | ||
| Subspesialis Ginjal dan Hipertensi | 6 | 45,0 th | ||
| Subspesialis Endokrinologi, Metabolik dan Diabetes | 5 | 45,0 th | ||
| Subspesialis Rheumatologi | 4 | 45,0 th | ||
| Sub spesialis Pulmonologi dan Penyakit Medik Kritis | 4 | 45,0 th | ||
| Subspesialis Geriatri | 4 | 45,0 th | ||
| Subspesialis Penyakit Tropik dan Infeksi | 4 | 45,0 th | ||
| 4 | Obstetri dan Ginekologi | 35,0 th | ||
| Spesialis Obstetri dan Ginekologi | 9 | 35,0 th | ||
| Subspesialis Obstetri dan Ginekologi – Fetomaternal | 5 | 50,0 th | ||
| Subspesialis Obstetri dan Ginekologi- Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi | 5 | 45,0 th | ||
| Subspesialis Obstetri dan Ginekologi Obstetri Ginekologi Sosial | 5 | 50,0 th | Untuk usia melebihi 50,0 th harus ada rekomendasi dari rumah sakit atau dinas kesehatan | |
| 5 | Anestesiologi dan Terapi Intensif | 35,0 th | ||
| Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif | 8 | 35,0 th | ||
| Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif – Anestesi Obstetri | 4 | 50,0 th | Apabila usia lebih dari 50 tahun. Peserta melampirkan rekomendasi khusus dari Direktur Rumah Sakit atau Kepala Dinas Kesehatan atau Ketua Prodi Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-KMK UGM | |
| Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif –Intensive care | 4 | |||
| Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif– Anestesi Kardiovaskuler | 4 | |||
| 6 | Dermatologi Venereologi dan Estetika | |||
| Spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika | 35,0 th | |||
| PPDS DVE | 7 | |||
| MS-PPDS DVE | 8 | |||
| Subspesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika | 4 | 50,0 th | >50 tahun dengan pemeriksaan kesehatan | |
| 7 | Spesialis Ilmu Kedokteran Forensik dan Mediko Legal | 40,0 th | ||
| PPDS Forensik | 7 | |||
| MS-PPDS Forensik | 8 | |||
| 8 | Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi | 9 | 35,0 th | |
| 9 | Spesialis Bedah Anak | 10 | 35,0 th | |
| 10 | Spesialis Ilmu Kesehatan Mata | 8 | 35,0 th | |
| 11 | Spesialis Kedokteran Jiwa | 40,0 th | ||
| PPDS Kedokteran Jiwa | 8 | |||
| MS-PPDS Kedokteran Jiwa | 9 | |||
| 12 | Spesialis Radiologi | 35,0 th | ||
| PPDS Radiologi | 7 | |||
| MS – PPDS Radiologi | 8 | |||
| 13 | Spesialis Neurologi | 8 | 35,0 th | |
| 14 | Spesialis Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok, Bedah Kepala dan Leher | 8 | 35,0 th | |
| 15 | Spesialis Patologi Anatomik | 7 | 40,0 th | |
| 16 | Spesialis Patologi Klinik | 40,0 th | ||
| PPDS Patologi Klinik | 7 | |||
| MS-PPDS Patologi Klinik | 8 | |||
| 17 | Spesialis Urologi | 10 | 35,0 th | Saat mulai pendidikan |
| 18 | Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah | 9 | ≤35 tahun | Reguler |
| Syarat PPDS dari jalur Sp.PD | 5 | ≤37 tahun | PNS | |
| 5 | ≤40 tahun | Lulusan SpPD | ||
| 19 | Spesialis Mikrobiologi Klinik | 7 | 45,0 th | |
| 20 | Spesialis Bedah Saraf | 11 | 35,0 th | |
| 21 | Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer | 45,0 th | Apabila lebih dari 45 tahun, peserta wajib melampirkan rekomendasi khusus dari Direktur Rumah Sakit atau Kepala Dinas Kesehatan atau Kepala FKTP atau Organisasi Profesi atau Ketua Prodi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer FK-KMK UGM | |
| PPDS-KKLP | 7 | |||
| MS-PPDS KKLP | 8 | |||
| 22 | Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular | 10 | 35,0 th | |
| 23 | Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik | 9 | 35,0 th | |
| 24 | Spesialis Onkologi Radiasi | 35,0 th | ||
| PPDS Radiologi | 7 | |||
| MS – PPDS Radiologi | 8 |
Pengumuman lengkap dapat diakses di menu: Pendaftaran -> Persyaratan Pendaftaran
Pendaftaran Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Periode Januari 2026 akan dibuka pada hari Senin, 2 Maret 2026 admissions.ugm.ac.id
Format dokumen dapat diunduh di menu: Dokumen Pendaftaran
sumber selengkapnya klik disini
FAQ PPDS UGM 2026
1. Kapan pendaftaran PPDS UGM 2026 dibuka?
Pendaftaran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Gadjah Mada biasanya dibuka setiap tahun sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan. Calon peserta disarankan untuk memantau pengumuman resmi agar tidak melewatkan jadwal pendaftaran dan tahapan seleksi.
2. Bagaimana cara mendaftar PPDS UGM?
Pendaftaran PPDS UGM dilakukan secara online melalui sistem admisi Universitas Gadjah Mada. Peserta harus membuat akun pendaftaran, mengisi data diri, memilih program studi spesialis, serta mengunggah dokumen persyaratan yang diminta oleh panitia seleksi.
3. Apa saja tahapan seleksi PPDS UGM?
Seleksi PPDS di UGM biasanya terdiri dari beberapa tahapan, antara lain:
- Seleksi administrasi dan verifikasi dokumen
- Tes kemampuan akademik atau Tes Potensi Akademik
- Tes kemampuan bahasa Inggris
- Tes kesehatan fisik dan mental
- Wawancara atau seleksi lanjutan oleh program studi
4. Berapa skor minimal AcEPT dan PAPs UGM untuk mendaftar PPDS?
Calon peserta biasanya diwajibkan memiliki skor minimal sekitar 209 untuk AcEPT UGM dan 500 untuk PAPs UGM atau sesuai ketentuan terbaru dari universitas.
5. Apa saja dokumen yang harus disiapkan untuk mendaftar PPDS UGM?
Beberapa dokumen yang biasanya diminta antara lain:
- Ijazah dokter dan transkrip nilai
- Surat Tanda Registrasi (STR) dokter yang masih berlaku
- Curriculum Vitae
- Surat rekomendasi dari institusi atau organisasi profesi
- Surat izin belajar bagi peserta yang bekerja di instansi tertentu
- Dokumen tambahan sesuai persyaratan program studi
6. Apakah pendaftaran PPDS UGM dilakukan secara online?
Ya. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online melalui sistem admisi universitas, termasuk pengisian formulir, pengunggahan dokumen, dan pembayaran biaya seleksi.
7. Apakah biaya pendaftaran PPDS UGM dapat dikembalikan?
Biaya pendaftaran yang telah dibayarkan umumnya tidak dapat dikembalikan. Oleh karena itu, calon peserta disarankan memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi sebelum melakukan pembayaran.
8. Apa saja program studi spesialis yang tersedia di FK-KMK UGM?
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM memiliki berbagai program pendidikan dokter spesialis, seperti:
- Ilmu Bedah
- Ilmu Penyakit Dalam
- Obstetri dan Ginekologi
- Ilmu Kesehatan Anak
- Anestesiologi dan Terapi Intensif
- Neurologi
- Radiologi
- Dermatologi dan Venereologi
- Ilmu Kesehatan Mata
- Patologi Anatomi
- Mikrobiologi Klinik
- Kedokteran Forensik dan Medikolegal
9. Bagaimana cara mengetahui hasil seleksi PPDS UGM?
Pengumuman hasil seleksi biasanya disampaikan melalui website resmi program PPDS atau sistem admisi Universitas Gadjah Mada. Peserta dapat memeriksa hasil seleksi menggunakan akun yang digunakan saat pendaftaran.
10. Apakah pendaftaran PPDS UGM bisa menggunakan TOEFL ITP dan TPA Bappenas?
Boleh. Peserta dapat menggunakan TOEFL ITP dan TPA Bappenas sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris dan potensi akademik, namun biasanya lebih dianjurkan menggunakan tes resmi UGM yaitu AcEPT dan PAPs UGM.
11. Apakah pendaftaran PPDS UGM bisa menggunakan TPDA dan TOEP PLTI?
Boleh. Peserta juga dapat menggunakan TPDA dan TOEP dari PLTI, namun banyak calon peserta memilih menggunakan tes resmi UGM yaitu PAPs dan AcEPT karena lebih sesuai dengan standar seleksi di UGM.
Note untuk bukti kelulusan ujian (bukan testimoni) SIMAK UI Pascasarjana, PPDS & Doktoral , UUO TPA Bappenas, SMUP UNPAD, UM UGM (PAPs & AcEPT UGM), PPDS ULM Banjarmasin, PPDS Unand, PPDS UB Malang, PMB ITB, TBS Beasiswa LPDP RI, Beasiswa Kementerian Bappenas, PPMB PPDS FK Unair dan seluruh program PPDS PTN lainnya bisa dicek dibawah ini


